JurnalPatroliNews | Jakarta — Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali bergerak turun pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan harga emas Antam dalam dua hari perdagangan terakhir.
Mengacu pada data yang dibagikan dalam materi perdagangan hari ini, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.592.000, turun Rp10.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback. Nilai buyback emas Antam turun Rp15.000 menjadi Rp2.437.000 per gram.
Dengan posisi tersebut, terdapat selisih sekitar Rp155.000 per gram antara harga pembelian emas dan nilai buyback.
Pergerakan ini menjadi perhatian bagi investor maupun masyarakat yang menjadikan emas batangan sebagai salah satu instrumen penyimpanan nilai.
Harga Emas Kembali Melemah
Penurunan harga emas Antam terjadi setelah sebelumnya harga juga mengalami koreksi.
Bagi pemilik emas yang membeli untuk jangka panjang, perubahan harian memang tidak serta-merta menggambarkan arah investasi dalam jangka panjang. Namun, perbedaan antara harga jual dan buyback menjadi faktor yang perlu diperhitungkan sebelum melakukan transaksi.
Selisih tersebut menunjukkan bahwa keuntungan investasi emas tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga pasar, tetapi juga oleh spread antara harga pembelian dan harga jual kembali.
Karena itu, investor perlu melihat horizon investasi dan biaya transaksi sebelum mengambil keputusan.
Buyback Turut Turun
Harga buyback menjadi indikator penting bagi pemilik emas yang berencana mencairkan investasinya.
Pada perdagangan 15 September 2026, berdasarkan data yang diberikan, harga buyback Antam berada di angka Rp2.437.000 per gram.
Dengan harga jual Rp2.592.000 per gram, spread keduanya mencapai Rp155.000.
Artinya, emas yang baru dibeli kemudian langsung dijual kembali belum tentu menghasilkan keuntungan meski harga emas tidak mengalami perubahan besar. Investor terlebih dahulu harus melewati selisih harga tersebut.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercantum dalam materi perdagangan 15 September 2026, sebelum memperhitungkan pajak:
Pecahan Harga 0,5 gram Rp1.346.000 1 gram Rp2.592.000 2 gram Rp5.124.000 3 gram Rp7.661.000 5 gram Rp12.735.000 10 gram Rp25.415.000 25 gram Rp63.412.000 50 gram Rp126.745.000 100 gram Rp253.412.000 500 gram Rp1.266.320.000 1.000 gram Rp2.532.600.000
Data tersebut menunjukkan bahwa pecahan besar tetap membutuhkan modal yang sangat signifikan. Emas 100 gram misalnya berada di atas Rp253 juta, sedangkan emas 1 kilogram menembus sekitar Rp2,53 miliar.
Ada Ketentuan Pajak dalam Transaksi Emas
Transaksi emas batangan juga tidak terlepas dari ketentuan perpajakan.
Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa PMK Nomor 48 Tahun 2023 mengatur pemungutan PPh Pasal 22 atas transaksi emas dengan tarif umum 0,25 persen untuk penjualan emas batangan oleh pihak yang ditunjuk sebagai pemungut. Tarif bagi wajib pajak yang tidak memiliki NPWP dikenakan 100 persen lebih tinggi dibanding tarif bagi yang dapat menunjukkan NPWP.
Namun, ketentuan tersebut memiliki pengecualian tertentu, termasuk transaksi penjualan kepada konsumen akhir dalam kondisi yang diatur regulasi. Karena itu, besaran pajak yang muncul dalam suatu transaksi tidak selalu dapat dihitung hanya dengan menerapkan tarif secara sederhana pada semua pembelian emas.
Bagi masyarakat yang hendak membeli ataupun menjual kembali emas, memahami ketentuan tersebut penting agar perhitungan nilai transaksi menjadi lebih akurat.
Investor Diminta Perhatikan Spread
Turunnya harga Antam sekaligus mengingatkan investor bahwa emas bukan instrumen yang memberikan keuntungan secara otomatis dalam jangka pendek.
Ada spread antara harga beli dan buyback, sementara harga emas sendiri bergerak mengikuti dinamika pasar.
Karena itu, keputusan membeli emas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada momentum harga harian. Faktor tujuan investasi, jangka waktu penyimpanan, kebutuhan likuiditas, serta biaya dan pajak transaksi juga perlu diperhitungkan.
Pergerakan harga emas Antam pada 15 September 2026 menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwa komoditas logam mulia tetap mengalami fluktuasi.
Bagi investor, penurunan harga dapat dilihat sebagai koreksi pasar. Namun bagi calon pembeli, level harga tetap perlu dibandingkan dengan tujuan investasi dan kemampuan finansial masing-masing.
Pada akhirnya, bukan hanya pertanyaan berapa harga emas hari ini, tetapi juga berapa lama emas akan disimpan dan pada harga berapa investasi tersebut akan direalisasikan yang menjadi penentu hasil investasi.















Komentar