Sisi Lain Bali yang Hanya Bisa Ditemukan Bersama Masyarakat Lokal

Melalui Airbnb Experiences, para tuan rumah lokal membuka cara baru bagi wisatawan untuk menikmati Bali di luar destinasi wisata populer.

JurnalPatroliNews | Jakarta – Sejak Mei lalu, semakin banyak Airbnb Experiences hadir di Bali, menawarkan beragam pengalaman, mulai dari alam dan aktivitas luar ruangan, sejarah dan budaya, makanan dan minuman, seni dan desain, hingga kebugaran dan wellness. Semakin banyak tuan rumah lokal yang siap mengajak wisatawan mengenal Bali dengan cara yang lebih personal, melalui tempat-tempat, tradisi, dan cerita yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Dua Tuan Rumah Airbnb Experiences asal Bali membagikan cerita tentang perjalanan mereka dalam memperkenalkan budaya lokal yang mereka cintai sekaligus menunjukkan bagaimana kisah tersebut menginspirasi wisatawan untuk mengenal Bali dari sisi yang mungkin tidak selalu terlihat di destinasi wisata populer. Mereka adalah Wayan Wardika, tuan rumah yang mengajak tamu mengenal upaya pelestarian kunang-kunang, dan Ida Bagus Rekha, tuan rumah yang berbagi pengalaman melukis Kamasan khas Bali.

Menyelamatkan kunang-kunang, merawat warisan alam dan budaya Bali

Sekitar 20 kilometer di Utara Ubud, di Desa Taro, Wayan Wardika berupaya menghidupkan kembali populasi kunang-kunang Bali yang perlahan menghilang.

Menjadi pegiat konservasi bukanlah rencana awal Wayan, terlebih dengan latar belakang pendidikannya di bidang pariwisata. Namun, sepulangnya ke desa Taro, ia melihat betapa banyaknya perubahan di desa yang tak lagi sama. Penggunaan pestisida, polusi, dan berbagai kerusakan lingkungan, membuat kunang-kunang yang mewarnai masa kecilnya kini makin sulit ditemukan.

Kekhawatiran tersebut kemudian berubah menjadi Bring Back The Light, sebuah inisiatif yang merangkul petani lokal, peneliti, dan ilmuwan muda untuk memulihkan populasi kunang-kunang serta ekosistem yang menjadi habitat mereka. Bagi Wayan, hilangnya kunang-kunang bukan sekadar kehilangan pemandangan yang indah.

“Kunang-kunang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kearifan lokal, spiritualitas, budaya, dan tradisi Bali. Saat kita melindungi kunang-kunang, kita juga sedang melindungi bagian kecil dari identitas budaya dan kearifan yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Wayan.

Wayan memutuskan untuk membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences, dengan harapan dapat mengajak lebih banyak orang terlibat dalam misi tersebut.

“Misi kami bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkenalkan upaya konservasi ini dan mengajak mereka untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih bermakna. Menjadi tuan rumah di Airbnb telah membantu kami menjangkau lebih banyak orang, dan para tamu sering kali merekomendasikan pengalaman ini kepada teman dan sesama wisatawan. Hal ini sangat membantu kami menyebarkan pesan tentang konservasi kunang-kunang.” jelasnya.

Melalui Airbnb Experiences yang dikelola Wayan, wisatawan tidak hanya berjalan menyusuri sawah untuk melihat cahaya kunang-kunang. Mereka juga belajar tentang siklus hidup kunang-kunang, bertemu anak-anak muda yang membantu penelitian dan pembiakannya, menghabiskan waktu bersama keluarga Wayan, serta memahami upaya yang diperlukan untuk memulihkan habitat alaminya.

“Harapan kami, ketika pulang nanti, mereka tidak hanya mengingat momen melihat kunang-kunang. Mereka juga akan mengingat bagaimana rasanya terhubung dengan alam dan menjadi bagian dari upaya untuk melindunginya.”

Menurut Wayan, ada tiga momen yang paling membekas bagi para tamu, yaitu mengunjungi laboratorium untuk bertemu para ilmuwan muda dan melihat setiap tahap siklus hidup kunang-kunang dari dekat, menyiapkan sekaligus menikmati makanan bersama keluarganya, serta menyaksikan kunang-kunang hidup bebas di alam terbuka.

“Banyak tamu Airbnb yang merekomendasikan pengalaman kami kepada wisatawan lain, bahkan beberapa mengatakan ingin kembali,” ujar Wayan. “Bagi saya, itulah salah satu hal yang paling bermakna, ketika seorang pengunjung datang sebagai wisatawan biasa, tetapi pulang dengan perasaan bahwa mereka telah menjadi bagian kecil dari perjalanan konservasi kami,” tambahnya.

Menjaga warisan seni Bali lewat karya

Di sisi lain Bali, seniman Ida Bagus Rekha mengajak wisatawan untuk mengenal pulau ini lebih dekat melalui lukisan Kamasan, seni tradisional Bali yang lekat dengan sejarah visual dan budayanya. Pengetahuan tentang seni Kamasan ia pelajari dari gurunya, Nyoman Mandra, seniman sekaligus praktisi Kamasan asal Klungkung. Nyoman membagikan pengetahuannya kepada Ida Bagus Rekha dan menginspirasinya untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Melalui Airbnb Experiences yang ia pandu, para tamu mempelajari proses pewarnaan lukisan Kamasan secara bertahap dengan penuh ketelitian, sembari mengenal asal-usul seni tersebut, tujuan pembuatannya secara tradisional, serta pentingnya memahami konteks budaya di baliknya.

“Lewat pengalaman ini, saya berharap para wisatawan dapat lebih memahami bagaimana seni Bali telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kami. Seni Bali bercerita dan memberi makna dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari upacara adat, hiasan pura, hingga pakaian. Dengan mempelajari dan melestarikannya, kita ikut meneruskan tradisi sekaligus memberi makna baru melalui pengalaman kita sendiri,” ujar Ida Bagus Rekha.

Proses ini juga mengajak wisatawan untuk rehat sejenak dan menikmati setiap tahapnya. Apa yang terlihat sederhana membutuhkan kesabaran, karena setiap warna diaplikasikan satu per satu secara berurutan. Menurut Ida Bagus Rekha, para tamu sering kali begitu larut dalam prosesnya, hingga tidak menyadari sesi tiga jam telah berlalu. 

Menjadi tuan rumah Airbnb Experiences turut membentuk perjalanan Ida Bagus Rekha sebagai seniman

Bagi Ida Bagus Rekha, menjadi tuan rumah juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar perspektif. Interaksi dengan para tamu memperkenalkannya pada berbagai sudut pandang baru yang turut membentuk cara ia melihat karyanya sendiri.

Pengalaman tersebut juga memberinya kepercayaan diri untuk memperkenalkan Khatha Studio, yang awalnya berfokus hanya pada audiens lokal, kini menjangkau lebih banyak masyarakat dari seluruh Indonesia maupun mancanegara. Baginya, hal ini semakin menguatkan keyakinannya bahwa keahlian yang telah diasah para seniman lokal selama bertahun-tahun layak untuk dibagikan.

Dampak positif ini tak berhenti pada rasa percaya diri semata. Peran sebagai  tuan rumah  turut memberi Ida Bagus Rekha kesempatan untuk terus berkarya sekaligus menekuni kecintaannya pada seni.

“Menjadi tuan rumah Airbnb Experiences memberi saya penghasilan tambahan yang mendukung saya sebagai seniman, mulai dari menciptakan karya-karya baru hingga mempersiapkan pameran saya,” ujar Ida Bagus Rekha.

Ida Bagus Rekha juga mendorong para seniman lain untuk menyadari nilai dari keahlian yang mereka miliki dan membagikannya kepada wisatawan. Dengan memperkenalkan seni lokal dan cerita di baliknya kepada lebih banyak orang, para seniman dapat menawarkan cara yang lebih bermakna bagi wisatawan untuk mengenal Bali, sekaligus terus belajar dan berkembang melalui proses berbagi tersebut.

Wayan Wardika dan Ida Bagus Rekha berbagi cerita melalui pengalaman yang berbeda. Namun keduanya menunjukkan bahwa mengenal Bali lebih dalam sering kali dimulai dari orang-orang yang menyebut pulau ini sebagai rumah. Ikatan batin yang lebih mendalam dengan Pulau Dewata senantiasa berakar dari perjumpaan hangat dengan masyarakat yang tumbuh dan hidup di sana.

Seluruh Experiences yang disebutkan dalam siaran pers ini bertujuan sebagai inspirasi dan ilustrasi semata. Airbnb tidak merekomendasikan maupun mendukung listing tertentu yang tersedia di platform Airbnb.

Komentar