JurnalPatroliNews | Denpasar — Sebuah rumah kontrakan yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan dekorasi sekaligus merakit kembang api terbakar di Jalan Siulan, Gang Sekar Buana, Denpasar Timur, Bali, Selasa (15/9/2026).
Kebakaran terjadi saat aktivitas perakitan kembang api tengah berlangsung. Ledakan yang muncul secara tiba-tiba kemudian memicu kobaran api dan membuat situasi di lokasi menjadi mencekam.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka bakar.
“Dari kejadian tersebut terdapat dua korban luka bakar. Api dapat dipadamkan pukul 17.00 WITA oleh tiga unit pemadam kebakaran Kota Denpasar,” ujar Adi dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Kobaran api tidak hanya menghanguskan tempat penyimpanan dan perakitan kembang api. Api juga merembet ke bangunan di sebelah utara yang digunakan sebagai bengkel sekaligus tempat pengecatan sepeda motor.
Akibat kebakaran tersebut, delapan unit sepeda motor yang berada di lokasi turut terbakar.
Ledakan Muncul Saat Kembang Api Dirakit
Sebelum kejadian, aktivitas perakitan kembang api telah berlangsung sejak pagi.
Pemilik gudang, Mochammad Ali (57), kepada polisi menjelaskan bahwa proses perakitan dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Kembang api tersebut disiapkan untuk kebutuhan pertunjukan di Karangasem dan Nusa Dua.
Dalam proses pengerjaan, pemilik dibantu enam orang karyawan.
Namun, sekitar pukul 15.00 WITA, situasi berubah ketika salah seorang pekerja sedang melakukan proses pelakbanan pada kembang api.
Tiba-tiba muncul percikan api yang kemudian membesar dengan cepat. Keberadaan material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat di area tersebut.
Salah seorang pekerja, Putu Sumiasa (51), sempat menyelamatkan diri saat ledakan terjadi.
Menurut keterangan polisi, Putu berusaha keluar dari lokasi. Namun, dua rekannya, I Made Gede dan Tina, masih berada di dalam bangunan ketika insiden tersebut berlangsung.
Dua Pekerja Alami Luka Bakar
Dua pekerja yang berada di dalam lokasi akhirnya menjadi korban. Mereka adalah I Made Gede (50) dan Tina (27).
Keduanya mengalami luka bakar dan kemudian mendapatkan penanganan medis. Polisi menyebut luka yang dialami kedua korban tergolong ringan.
I Made Gede dilaporkan sempat panik ketika kembang api meledak dan menghasilkan kepulan asap dalam jumlah banyak.
Dalam kondisi tersebut, korban masuk ke kamar mandi untuk menyelamatkan diri. Namun, korban kemudian tidak sadarkan diri.
“Korban I Made Gede kaget saat kembang api meledak dan menimbulkan banyak asap, selanjutnya korban masuk ke dalam kamar mandi hingga akhirnya pingsan,” kata Adi.
Petugas Antisipasi Ledakan Susulan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana mengatakan, laporan mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 16.30 WITA.
Petugas dari pos terdekat langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Empat pos meluncur ke sini dengan kekuatan delapan unit pemadam kebakaran dan unit rescue,” ujar Tirana.
Proses pemadaman dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kobaran api dapat dikendalikan dan tidak merembet semakin luas.
Petugas juga menghadapi risiko adanya material kembang api yang masih tersisa di lokasi. Karena itu, upaya pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan potensi munculnya ledakan susulan.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.00 WITA.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian karena aktivitas perakitan kembang api berlangsung di sebuah bangunan yang juga berdekatan dengan lokasi usaha lain.
Polisi masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap peristiwa kebakaran tersebut untuk mengetahui secara lengkap penyebab serta kondisi bangunan dan material yang berada di lokasi saat kejadian.















Komentar