JurnalPatroliNews | Sidoarjo – Rencana pengiriman puluhan ribu Benih Bening Lobster (BBL) ke Singapura terhenti di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Sebanyak 48.800 ekor BBL ditemukan dalam sebuah koper yang hendak dibawa keluar negeri menggunakan penerbangan Scoot Airlines TR-297, Jumat (18/9/2026).
Pengungkapan tersebut dilakukan Satgaspam Lanudal Juanda bersama unsur keamanan bandara, Bea Cukai Juanda dan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur.
BBL yang diamankan terdiri atas jenis pasir dan mutiara. Berdasarkan hasil taksiran, keseluruhan benih lobster tersebut memiliki nilai sekitar Rp6,1 miliar.
Kasatpam Lanudal Juanda Mayor Laut (P) Yogi Thaariq Kusuma mengatakan, pengungkapan bermula dari kecurigaan petugas check-in counter terhadap sebuah koper milik penumpang berinisial MA.
Koper tersebut memiliki berat sekitar 27 kilogram. Kecurigaan petugas semakin menguat setelah dilakukan profiling terhadap penumpang dan ditemukan ketidaksesuaian antara tujuan perjalanan, lama masa tinggal serta keterangan mengenai isi bagasi.
MA sebelumnya menyampaikan bahwa koper tersebut hanya berisi pakaian dan sepatu.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Pemeriksaan bersama Airport Security API Bandara Internasional Juanda, KPPBC Juanda dan BKHIT Jawa Timur akhirnya menemukan 19 kantong plastik yang berisi BBL.
Temuan tersebut mengubah dugaan awal terhadap isi koper menjadi pengungkapan upaya pengiriman benih lobster ke luar negeri.
Selain puluhan ribu BBL, petugas turut mengamankan satu koper berwarna merah muda yang digunakan sebagai sarana membawa benih lobster.
Barang bukti selanjutnya diamankan Satgaspam Lanudal Juanda untuk kepentingan pendalaman dan penyelidikan.
Sementara BBL yang berhasil diselamatkan diserahterimakan kepada BKHIT Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan sesuai ketentuan. Salah satu tindak lanjut yang disiapkan adalah pelepasliaran benih lobster ke habitat alaminya.
Adapun terduga pelaku diserahkan kepada Polda Jawa Timur guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pengawasan lalu lintas komoditas perikanan, khususnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya kelautan.
TNI AL menegaskan pengawasan terhadap potensi penyelundupan sumber daya kelautan akan terus diperkuat melalui sinergi dengan stakeholder terkait.
Langkah tersebut sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengenai pentingnya mencegah penyelundupan serta menjaga sumber daya kelautan nasional.
Kasus di Bandara Juanda ini juga menjadi perhatian karena benih lobster merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Upaya pengiriman secara ilegal ke luar negeri tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi juga menyangkut pengelolaan dan keberlanjutan sumber daya perikanan nasional.
Kini, proses hukum terhadap terduga pelaku berada di tangan Polda Jawa Timur, sedangkan puluhan ribu BBL yang berhasil diselamatkan mendapatkan penanganan dari otoritas karantina.














Komentar