JurnalPatroliNews | Jakarta — Upaya memperkuat bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai lembaga. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) menjajaki kerja sama dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak konflik.
Penjajakan tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan YPSP di Kantor BAZNAS RI, Jakarta.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan YPSP diproyeksikan menjadi salah satu mitra dalam mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina, terutama ke wilayah Gaza.
“Insya Allah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza,” ujar Sodik, dikutip Kamis (1/10/2026).
Bantuan Pangan hingga Fasilitas Air Bersih
Kerja sama yang tengah disiapkan mencakup sejumlah kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan tersebut antara lain berupa pangan, fasilitas air bersih, serta kebutuhan masyarakat menghadapi musim dingin.
Selain bantuan material, pembahasan juga mencakup rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas bentuk dukungan kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan masyarakat Indonesia dengan Palestina.
Aliran Bantuan Disebut Mengalami Penurunan
Sodik mengungkapkan, aliran bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina belakangan mengalami penurunan.
Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa situasi di Gaza telah membaik atau relatif aman.
Padahal, menurut Sodik, kebutuhan bantuan kemanusiaan tetap menjadi perhatian sehingga dukungan masyarakat perlu terus dijaga.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina memiliki landasan yang disebut bersumber dari prinsip kebangsaan dan nilai keagamaan.
“Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur’an dan Sunnah dari Allah dan Rasul,” kata Sodik.
YPSP Siapkan Tim di Gaza
Dari pihak YPSP, Ketua YPSP Ahed Abul Atha menyatakan kesiapan organisasinya mendukung distribusi bantuan BAZNAS RI secara langsung di Gaza.
Menurut Ahed, YPSP memiliki tim lapangan yang bekerja di sejumlah permukiman di Gaza sehingga dapat membantu proses distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza,” ujar Ahed.
Keberadaan tim lapangan tersebut diharapkan dapat mendukung proses distribusi agar bantuan yang dihimpun di Indonesia dapat menjangkau penerima manfaat di wilayah tujuan.
Kolaborasi untuk Memperluas Jangkauan
Penjajakan kerja sama BAZNAS dan YPSP memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam penyaluran bantuan kemanusiaan lintas negara.
Dengan dukungan jaringan pengumpulan zakat dan bantuan BAZNAS serta pengalaman tim lapangan YPSP di Gaza, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat Palestina.
Bantuan pangan, air bersih, kebutuhan musim dingin, serta dukungan lainnya menjadi bagian dari agenda kemanusiaan yang tengah dipersiapkan.
Di tengah dinamika situasi Gaza, kesinambungan bantuan dan ketepatan distribusi menjadi aspek penting agar dukungan masyarakat Indonesia dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.















Komentar