JurnalPatroliNews | Singaraja – Panji Sakti International Training Center (PITC) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang hospitality dan wellness melalui pelatihan Balinese Massage.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 30 September hingga 2 Oktober 2026, tersebut diikuti oleh 10 peserta. Program dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus pengalaman praktis mengenai teknik dasar Balinese Massage.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan kesempatan mempraktikkan secara langsung berbagai teknik dan gerakan pijat dengan pendampingan instruktur berpengalaman, Ibu Putri.
Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai praktik pelayanan di industri wellness, termasuk komunikasi dengan tamu, menciptakan kenyamanan selama treatment, serta menghadapi berbagai situasi yang dapat muncul dalam pelayanan sehari-hari.
Pendekatan tersebut menekankan bahwa profesionalisme di industri hospitality dan wellness tidak semata-mata ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan membangun interaksi yang baik dengan pelanggan.
Ketua PITC, Nana Trianasari, M.M., Ph.D., mengatakan keseimbangan antara kompetensi teknis dan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam membentuk tenaga profesional di bidang hospitality dan wellness.
“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara melakukan gerakan massage, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang profesional, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan tamu,” ujar Nana Trianasari.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi sekaligus penyelesaian program pelatihan, seluruh peserta memperoleh sertifikat yang diserahkan langsung oleh Ketua PITC pada acara penutupan.
Mengusung semangat “Professional Care, Human Touch”, PITC terus mengembangkan program pelatihan berbasis kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri hospitality dan spa.
Melalui program tersebut, PITC mendorong lahirnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis, standar pelayanan profesional, daya saing, serta orientasi terhadap kepuasan pelanggan.
Dengan demikian, pelatihan Balinese Massage tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan praktik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan SDM yang mampu memenuhi tuntutan pelayanan profesional di industri wellness dan hospitality. (Sarjana)









Komentar