JurnalPatroliNews | Buleleng — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan aparatur pemerintah. Kali ini, pemeriksaan mendadak dilakukan terhadap jajaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buleleng, Rabu (30/9/2026).
Sebanyak 24 personel Damkar menjalani tes urine sebagai bagian dari deteksi dini sekaligus implementasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Pemeriksaan berlangsung di Kantor Dinas Damkar Kabupaten Buleleng dan dipimpin Katim Rehabilitasi BNNK Buleleng, Ni Luh Sri Ekarin, S.Kep., Ns., bersama tim operasional.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Kepala Dinas Damkar, kemudian jajaran pejabat struktural hingga personel yang bertugas di lapangan.
Menurut Ni Luh Sri Ekarin, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan aparatur pemerintah, khususnya petugas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh aparatur pemerintah, khususnya petugas lapangan yang memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi, bebas dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ujarnya.
Seluruh Sampel Negatif
Dari 24 sampel urine yang diperiksa, seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari kandungan zat narkotika.
Hasil tersebut menjadi catatan positif sekaligus menunjukkan komitmen jajaran Dinas Damkar Buleleng dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, bersih, dan produktif.
BNNK Buleleng mengapresiasi keterbukaan serta dukungan Dinas Damkar dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
BNNK Buleleng berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan instansi pemerintah lainnya.
Upaya pencegahan dinilai tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga perlu diperkuat dengan edukasi, deteksi dini, serta keterlibatan aktif seluruh aparatur dan lembaga pemerintahan.
Dengan lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkotika, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan secara optimal dan profesional. (sarjana)















Komentar