JurnalPatroliNews | Subang — Dua ratus pengayuh becak lanjut usia di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendapat bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
Penyerahan bantuan berlangsung di Islamic Centre Subang, Sabtu (3/10/2026). Program tersebut ditujukan untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak yang masih bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan bantuan tersebut diberikan secara gratis dan harus dimanfaatkan sebagai sarana mencari nafkah.
Salah satu penerima, Jamal, 63 tahun, menyambut bantuan tersebut dengan haru. Ia mengaku penggunaan tenaga listrik akan mengurangi beban saat mengoperasikan becak setiap hari.
Program ini menjadi bagian dari penyaluran becak listrik yang secara nasional telah mencapai sekitar 12.000 unit, menurut YGSN.
Bukan Untuk Dijual atau Digadaikan
YGSN mengingatkan penerima agar tidak memperjualbelikan, menyewakan maupun menggadaikan becak listrik yang diterima.
Firman menegaskan kendaraan tersebut merupakan alat kerja yang diberikan untuk membantu perekonomian keluarga.
Karena itu, penerima diminta menjaga dan merawat becak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemkab Subang Siapkan Charging dan BPJS
Dukungan terhadap program tidak berhenti pada penyerahan kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Subang menyiapkan fasilitas pengisian daya sekaligus perlindungan sosial bagi para penerima melalui BPJS Ketenagakerjaan. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyatakan para penerima akan mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan skema tersebut, bantuan becak listrik tidak hanya diarahkan untuk mengurangi beban kerja pengayuh lansia, tetapi juga memperkuat perlindungan mereka sebagai pekerja sektor informal.
Teknologi Masuk ke Jalanan Rakyat
Becak listrik membawa pendekatan baru terhadap pekerjaan yang selama ini sangat mengandalkan tenaga fisik.
Bagi pengayuh yang telah berusia lanjut, berkurangnya beban kayuhan dapat membantu menjaga kemampuan mereka tetap bekerja tanpa menghilangkan sumber penghasilan yang selama ini menopang keluarga.
Tantangannya kini bukan sekadar memastikan kendaraan tersalurkan, tetapi memastikan seluruh unit benar-benar digunakan secara produktif dan dirawat oleh penerima.
Program tersebut memperlihatkan bahwa bantuan sosial dapat diarahkan menjadi alat kerja produktif, ketika diberikan bersama dukungan fasilitas dan jaminan perlindungan sosial.
Bagi 200 pengayuh becak di Subang, kendaraan listrik itu bukan hanya sebuah bantuan baru. Ia menjadi sarana untuk tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan, sekaligus menjaga roda ekonomi keluarga tetap bergerak.















Komentar