Kabar Baik dari Jakarta! Pramono Sebut Kemiskinan Turun, tetapi Ketimpangan Masih Tinggi

JurnalPatroliNews | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tingkat kemiskinan di Ibu Kota telah turun hingga di bawah 4 persen. Meski mencatat perkembangan positif, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menghadapi tantangan dalam menekan ketimpangan ekonomi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat memberikan kuliah umum sekaligus meresmikan gedung Universitas Ciputra Jakarta di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis, 15 Oktober 2026.

“Baru pertama kali ini Jakarta tingkat kemiskinannya di bawah empat persen. Selama ini selalu di atas empat persen,” kata Pramono.

Selain penurunan tingkat kemiskinan, Pramono menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen. Sementara itu, tingkat inflasi Ibu Kota berada di kisaran 2,5–2,7 persen, yang menurutnya merupakan tingkat terendah di wilayah Jawa-Bali.

Meski demikian, pemerintah daerah masih berupaya mengatasi persoalan ketimpangan pendapatan. Pramono menyebut angka gini ratio Jakarta berada di level 0,435 dan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu ditangani.

“Sekarang ini gini ratio-nya 0,435. Gini ratio adalah perbandingan orang kaya dan miskin,” ujarnya.

Gini ratio merupakan indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan. Semakin tinggi nilainya, semakin besar ketimpangan yang tergambar dalam distribusi pendapatan masyarakat.

Pendidikan, Kesehatan, dan Bantalan Sosial Jadi Prioritas

Untuk menjaga kondisi ekonomi sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, Pramono menegaskan tiga sektor yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta, yakni pendidikan, kesehatan, dan bantalan sosial.

Ia menyatakan anggaran untuk ketiga sektor tersebut tidak boleh dikurangi karena dinilai berperan penting dalam menjaga kesejahteraan warga.

Pramono meyakini penguatan program pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial dapat membantu perekonomian Jakarta tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Alhamdulillah Jakarta masih bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa, selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan, Pemprov DKI masih perlu memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Upaya mengurangi ketimpangan menjadi tantangan lanjutan agar capaian ekonomi Jakarta dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Komentar