JurnalPatroliNews | Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menyusul terdeteksinya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah ibu kota. Upaya pengendalian polusi udara diperkuat, sementara masyarakat diimbau menjaga kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa situasi tersebut perlu disikapi dengan tenang, sembari pemerintah melakukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
“Yang pasti, kita enggak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini,” ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu langkah yang disiapkan Pemprov DKI adalah pengoperasian teknologi water mist di sejumlah wilayah. Teknologi ini menjadi bagian dari upaya pengendalian polusi udara, meskipun bukan satu-satunya solusi yang akan ditempuh pemerintah daerah.
“Usaha kita Jakarta mungkin bukan hanya ini, tapi mesti dilakukan lagi. Water mist, itu salah satu juga, bukan satu-satunya. Salah satunya untuk mengendalikan di beberapa wilayah,” jelas Rano.
Warga Diimbau Gunakan Masker
Selain menyiapkan langkah pengendalian polusi, Rano mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika beraktivitas di ruang terbuka.
Ia menyarankan penggunaan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikel di udara. Imbauan tersebut juga disampaikan di tengah perhatian terhadap potensi penyebaran penyakit influenza.
“Masker barangkali memang harus, karena ya sekarang bukan hanya asap, juga mungkin di beberapa tempat sudah terjadi yang disebut flu,” kata Rano.
Masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Warga yang mengalami keluhan pernapasan juga disarankan mencari pertolongan medis sesuai kebutuhan.
Fasilitas Kesehatan Diminta Siaga
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Rumah sakit dan puskesmas diminta memberikan pelayanan optimal kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan kesehatan lain yang berkaitan dengan kondisi udara.
Pemprov DKI memiliki jaringan fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri atas 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu, berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan tersebut.
Selain fasilitas pelayanan kesehatan, Jakarta juga memiliki perangkat pemantauan emisi dan kualitas udara untuk membantu memantau kondisi lingkungan ibu kota.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan pemantauan kualitas udara diharapkan dapat membantu pemerintah merespons perkembangan situasi secara terukur, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi dan pelayanan yang dibutuhkan.
Pemprov DKI menegaskan bahwa penanganan asap karhutla membutuhkan langkah berkelanjutan, mulai dari pengendalian polusi, pemantauan kualitas udara, hingga perlindungan kesehatan warga.















Komentar