Pisah Sambut Pangdam IX/Udayana Berlangsung Haru, Piek Budyakto Lanjutkan Tugas ke Jawa Timur

JurnalPatroliNews – Denpasar– Tongkat komando Pangdam IX/Udayana resmi beralih dari Mayjen TNI Piek Budyakto kepada Mayjen TNI Putra Widiastawa. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan acara pisah sambut di Aula Makodam IX/Udayana, Denpasar, Rabu (21/10/2026), yang berlangsung dalam suasana haru dan penuh keakraban.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan undangan dari unsur TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, tokoh adat, serta keluarga besar Kodam IX/Udayana.

Momen pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian di lingkungan TNI Angkatan Darat. Mayjen TNI Piek Budyakto selanjutnya mengemban tugas sebagai Pangdam V/Brawijaya, sementara Mayjen TNI Putra Widiastawa melanjutkan kepemimpinan Kodam IX/Udayana.

Piek Budyakto Tinggalkan Pesan untuk Penerusnya

Dalam acara pisah sambut tersebut, Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga hal-hal positif yang telah dibangun selama kepemimpinannya sekaligus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih perlu dibenahi.

“Apa yang baik agar dilanjutkan, dan yang kurang baik agar dibuang sejauh-jauhnya,” ujar Piek Budyakto.

Pesan itu menjadi penekanan mengenai pentingnya kesinambungan program dan evaluasi dalam menjalankan organisasi. Pergantian pimpinan diharapkan tidak memutus berbagai upaya yang telah berjalan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat pelaksanaan tugas sesuai kebutuhan wilayah.

Sebelum meninggalkan Bali untuk menjalankan penugasan baru, Piek juga bersilaturahmi dengan Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan sinergi antara TNI dan Polri di wilayah Bali.

Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Memimpin Kodam IX/Udayana

Mayjen TNI Putra Widiastawa merupakan putra daerah asal Buleleng, Bali. Penunjukannya sebagai Pangdam IX/Udayana membawa kepemimpinan baru bagi satuan teritorial TNI AD yang kini berfokus pada wilayah Provinsi Bali.

Kedatangan Putra Widiastawa di Bali pada Selasa (20/10/2026) disambut melalui rangkaian tradisi lokal di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai. Salah satu prosesi yang dilaksanakan adalah tepung tawar, sebagai simbol doa dan harapan agar tugas yang diemban dapat berjalan dengan baik.

Penyambutan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan udeng khas Bali oleh Danrem 163/Wira Satya. Tradisi tersebut mengandung filosofi ngiket manah, yang dimaknai sebagai upaya mengikat pikiran agar tetap jernih dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Kehadiran Pangdam baru juga mendapat perhatian Gubernur Bali Wayan Koster. Ia berharap hubungan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan Kodam IX/Udayana semakin kuat. Kesamaan latar belakang pendidikan di Singaraja menjadi salah satu hal yang menghubungkan keduanya.

Perubahan Wilayah Komando Jadi Tantangan Baru

Kepemimpinan Putra Widiastawa berlangsung di tengah penataan organisasi TNI AD yang mengubah cakupan wilayah Kodam IX/Udayana.

Sejak pengembangan organisasi TNI yang diresmikan pada 5 Oktober 2026, wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tidak lagi berada dalam cakupan Kodam IX/Udayana. Kedua provinsi tersebut kini masing-masing memiliki komando daerah militer tersendiri, yakni Kodam XXX/Rinambora di NTB dan Kodam XXVII/Sobe Sonbai di NTT.

Dengan perubahan tersebut, Kodam IX/Udayana kini memusatkan pelaksanaan tugas pertahanan dan pembinaan kewilayahan di Provinsi Bali.

Penataan ini menjadi bagian dari pengembangan organisasi TNI AD untuk menyesuaikan struktur komando dengan kebutuhan tugas di masing-masing daerah.

Pergantian kepemimpinan dari Piek Budyakto kepada Putra Widiastawa pun berlangsung bersamaan dengan perubahan struktur kewilayahan tersebut. Keberlanjutan program, koordinasi lintas institusi, serta pelaksanaan tugas pertahanan dan pembinaan teritorial menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinan Kodam IX/Udayana selanjutnya.

Komentar