JurnalPatroliNews | Jakarta — TNI mengirimkan 3,6 ton dry ice atau es kering ke Palembang, Sumatera Selatan, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengiriman bahan semai tersebut dilakukan pada Jumat (23/10/2026), memasuki hari kedelapan pelaksanaan OMC. TNI mengerahkan pesawat Hercules yang diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) menjelaskan, bahan semai tersebut digunakan dalam operasi modifikasi cuaca untuk mendukung upaya penanganan karhutla dan dampak kabut asap di wilayah sasaran.
Penyemaian dry ice dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta hasil analisis cuaca. Langkah ini bertujuan mendukung proses pembentukan awan hujan sehingga peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran diharapkan meningkat apabila kondisi atmosfer mendukung.
OMC menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu penanggulangan karhutla, terutama melalui intervensi terhadap proses pembentukan hujan berdasarkan kondisi cuaca yang terpantau.
Melalui operasi tersebut, pemerintah berharap potensi hujan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan, menekan sebaran kabut asap, serta mendukung pemulihan kualitas udara bagi masyarakat di wilayah terdampak.
TNI bersama instansi terkait terus bersinergi dalam pelaksanaan OMC sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla. Pengiriman bahan semai melalui pesawat Hercules menjadi salah satu dukungan logistik untuk menunjang pelaksanaan operasi di wilayah sasaran.
Meski demikian, efektivitas modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai untuk proses penyemaian. Karena itu, pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan analisis meteorologi agar upaya peningkatan peluang hujan dapat berlangsung secara terarah.













Komentar