Bukan Sekadar Teori! Seskemenkop Minta Mahasiswa IKOPIN Praktik Langsung Mengelola Koperasi

JurnalPatroliNews | Jatinangor – Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi mendorong Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) memperkuat perannya sebagai pusat riset, pendidikan, dan pengembangan model bisnis koperasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Zabadi dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda ke-53 IKOPIN University di Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026). Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendorong koperasi menjadi lembaga ekonomi profesional, modern, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, Zabadi mengajak IKOPIN memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, gerakan koperasi, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor diperlukan agar pendidikan perkoperasian tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

“Saya berharap Universitas Koperasi Indonesia terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, gerakan koperasi, dan masyarakat,” ujarnya.

Pendidikan koperasi harus berbasis pengalaman

Zabadi menyoroti perlunya transformasi kurikulum pendidikan koperasi melalui pendekatan link and match. Menurutnya, pembelajaran harus menghubungkan materi akademik dengan pengalaman nyata dalam pengelolaan koperasi.

Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui keterlibatan mahasiswa dalam rapat anggota, kegiatan simpan pinjam, penyusunan laporan keuangan, hingga proses pengambilan keputusan secara demokratis. Mahasiswa juga perlu mengamati tata kelola organisasi, perilaku pengurus, dan kualitas pelayanan kepada anggota sebelum menerapkannya dalam praktik.

“Pendidikan koperasi harus dialami, bukan hanya dihafalkan. Mahasiswa harus merasakan langsung bagaimana koperasi dijalankan,” tegas Zabadi.

Melalui pola pembelajaran tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang lebih menyeluruh, mulai dari kemampuan manajerial, literasi keuangan, kecakapan digital, hingga jiwa kewirausahaan dan integritas.

Ia juga mendorong penguatan riset terapan, praktik kewirausahaan, pendampingan koperasi, serta pengembangan model bisnis yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi dan teknologi.

Lulusan didorong menciptakan lapangan kerja

Di hadapan para wisudawan, Zabadi mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia meminta lulusan IKOPIN tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani membangun usaha dan membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Saya berharap, setelah lulus, Saudara tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Menurut Zabadi, lulusan perguruan tinggi perkoperasian memiliki peluang untuk mengambil peran dalam penguatan ekonomi rakyat. Kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat dimanfaatkan untuk membangun usaha, memperbaiki tata kelola koperasi, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi nasional membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat luas.

Koperasi Desa Merah Putih membutuhkan SDM kompeten

Zabadi turut menyinggung pengembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperluas akses masyarakat terhadap barang kebutuhan dengan harga yang wajar, serta memperkuat kelembagaan ekonomi di desa dan kelurahan.

“Melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kita ingin membangun kelembagaan ekonomi yang mampu memperkuat aktivitas usaha di tingkat lokal, memperpendek rantai distribusi, dan memperluas akses masyarakat terhadap barang kebutuhan dengan harga yang wajar,” jelasnya.

Program tersebut, lanjut Zabadi, membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman kuat tentang pengelolaan usaha. Karena itu, lulusan IKOPIN dinilai berpeluang mengambil bagian melalui pengembangan usaha, penguatan manajemen, pendampingan, maupun inovasi model bisnis koperasi.

Ia berharap IKOPIN terus menghasilkan lulusan yang mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045

Dalam sambutannya, Zabadi menyampaikan optimisme terhadap kontribusi alumni IKOPIN dalam memperkuat ekosistem koperasi dan ekonomi rakyat. Ia menilai integritas, produktivitas, dan kemampuan menciptakan nilai tambah menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diperlukan agar pembangunan mampu menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Cita-cita tersebut tidak akan tercapai hanya dengan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui momentum wisuda ke-53, para lulusan IKOPIN diharapkan mampu mengambil peran sebagai tenaga profesional, wirausaha, maupun penggerak koperasi yang berintegritas. Dengan dukungan pendidikan yang relevan dan kolaborasi lintas sektor, koperasi diharapkan semakin berkontribusi terhadap penguatan ekonomi rakyat dan pembangunan nasional.

Komentar