Dukung Program Pembangunan, BSSN Akan Bangun Pusat Data di IKN Nusantara

Hinsa Siburian, Kepala BSSN (Ist)

JurnalPatroliNews – Jakarta,- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan membangun pusat data cadangan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pusat data itu digunakan untuk menampung data-data seluruh Indonesia ketika pusat data Sawangan, Depok, Jawa Barat sudah penuh.

Menurut Hinsa Siburian, Kepala BSSN, fasilitas pusat data Sawangan, Depok hanya mampu menampung data selama 4 tahun.

Bacaan Lainnya

“Sawangan tidak bisa menampung semuanya … Pusat data Sawangan mungkin hanya bisa menampung sekitar 4 tahun,” kata Hinsa Siburian, Kepala BSSN kepada rekan media lewat sambungan telepon, Kamis (17/3).

Pusat data cadangan sendiri merupakan fasilitas yang dibangun BSSN untuk menyimpan data strategis negara. Sehingga data-data yang berada di pusat data nasional dan termasuk kategori data strategis akan dicadangkan di fasilitas-fasilitas tersebut.

Hinsa menyebut hal ini sebagai pemenuhan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 Pasal 99.

Dalam PP tersebut dikatakan data elektronik strategis dari instansi atau institusi wajib dilindungi. Sehingga instansi yang memiliki data strategis tersebut harus membuat cadangan dari dokumen-dokumen mereka, serta menghubungkannya ke pusat data tertentu.

Berdasarkan peraturan ini, Hinsa mengatakan penyediaan pusat data tersebut adalah bagian dari tugas dan fungsi BSSN.

Mengenai IKN Nusantara sebagai lokasi pembangunan pusat data, Hinsa menyebut itu bentuk dukungan BSSN pada program pembangunan IKN. Terlebih IKN akan mengusung konsep smart city dengan beragam teknologi yang akan hadir.

“Kenapa kita sangat mendukung IKN baru ini? IKN ini akan didesain dengan kebutuhan kekinian dan teknologi. Dan kami mendukung dengan melihat dari sisi tugas dan fungsi BSSN,” ujar Hinsa.

Pos terkait