JurnalPatroliNews – Jakarta – Rencana pengiriman 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) mendapat dukungan dari Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang. Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
“Kepercayaan ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian dunia. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas,” ujar Andina, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, penunjukan Indonesia—termasuk posisi Wakil Komandan ISF—bukan sekadar simbolis, melainkan mencerminkan meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap kapasitas dan kredibilitas Indonesia.
Andina menegaskan, keterlibatan aktif Indonesia dalam ISF harus dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat daya tawar Indonesia di tingkat global, sekaligus menegaskan komitmen terhadap prinsip perdamaian, keadilan, dan solidaritas kemanusiaan.
“Peran aktif Indonesia di ISF harus mampu meningkatkan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Dunia melihat Indonesia sebagai negara yang tidak hanya berbicara soal perdamaian, tetapi juga hadir dan berkontribusi secara nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi Indonesia harus tetap berada dalam koridor misi kemanusiaan dan stabilisasi, bukan operasi militer ofensif. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta berpihak pada perlindungan warga sipil.
Di sisi lain, legislator dari Partai NasDem itu memberi perhatian khusus pada kesiapan prajurit yang akan bertugas. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, dan integritas karena para personel membawa nama baik bangsa.
“Prajurit-prajurit yang dikirim harus benar-benar menjaga profesionalisme, disiplin, dan integritas. Mereka membawa nama baik Indonesia. Setiap sikap dan tindakan mereka akan mencerminkan citra bangsa kita,” tegasnya.
Andina berharap seluruh personel memperoleh pembekalan matang, baik dari sisi teknis maupun pemahaman terhadap dinamika sosial dan kemanusiaan di wilayah penugasan, yakni di Gaza.
Ia optimistis Indonesia mampu menjalankan peran strategis tersebut secara optimal dan semakin memperkuat reputasi sebagai negara yang aktif serta bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian dunia.














