Biar Gak Keliru, Ini Rincian Program Kartu Prakerja di 2021

  • Whatsapp
Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Acara Konferensi Pers "Pembukaan Gelombang Ke-12 Kartu Prakerja". (Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)

JurnalPatroliNews – Jakarta, Program Karta Prakerja berhasil menjadi pengembangan kompetensi kerja sekaligus sebagai program perlindungan sosial di masa pandemi Covid-19. Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan Program Kartu Prakerja di 2021, dengan total anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk Semester I- 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Cipta Kerja secara resmi membuka Gelombang 12 yang menandai dimulainya Program Kartu Prakerja 2021.

Bacaan Lainnya

“Program Kartu Prakerja merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor perlindungan sosial. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini, mengambil berbagai pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal hidup selama dan paska pandemi,” kata Airlangga, Selasa (23/02/2021).

Adapun skema Program Kartu Prakerja pada Semester I- 2021 yakni bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, dana insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 2.400.000 yang akan diberikan sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan.

Kemudian dana insentif pengisian 3 survei evaluasi sebesar Rp 150.000 yang dibayarkan sebesar Rp 50.000 setiap survei.

Adapun total kuota semester I sebanyak 2,7 juta orang, dan setiap KK dibatasi maksimal 2 anggota keluarga yang bisa menjadi penerima Kartu Prakerja. Sedangkan kuota peserta pada Gelombang 12 sebanyak 600 ribu orang.

Airlangga menyebutkan saat ini ada lebih dari 1.700 pelatihan dari 154 Lembaga Pelatihan yang dapat diakses melalui 7 platform digital.Dia menambahkan program Kartu Prakerja menjadi pelopor reformasi layanan publik yang menggunakan teknologi digital end-to-end.

“Penggunaan teknologi digital memungkinkan program ini diakses oleh masyarakat di 514 kabupaten dan kota dalam waktu cepat. Selain itu, seluruh proses transfer dana dan transaksi pembelian pelatihan menjadi lebih transparan dan akuntabel,” jelas Airlangga.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS Program) Kartu Prakerja 88,9% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa keterampilan mereka meningkat. Selain itu 81,2% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa dana insentif pasca pelatihan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang sesuai dengan penugasan sebagai program perlindungan sosial selama masa pandemi.

Dalam hal pengembangan kompetensi, Survei Evaluasi yang dilakukan oleh Manajemen Pelaksana mencatat bahwa 94% penerima Kartu Prakerja mengalami pengembangan kompetensi melalui skilling, upskilling, dan reskilling.

“Lebih dari sepertiga penerima Kartu Prakerja yang semula tidak bekerja berubah menjadi bekerja, baik sebagai karyawan maupun pelaku wirausaha,” kata Airlangga.

Selain itu, pendaftaran Program Kartu Prakerja terbuka bagi semua WNI berusia 18 tahun ke atas, baik pencari kerja, lulusan baru, korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karyawan maupun pelaku wirausaha, asalkan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Untuk mendorong pemerataan penerima bantuan, maka penerima bansos Kementerian Sosial (Data Terpadu Kesejahteran Sosial, Bantuan Subsidi Upah, maupun Banpres Produktif Usaha Mikro), penerima Kartu Prakerja tahun 2020, dan anggota TNI/Polri, ASN, Komisaris/Direksi BUMN/BUMD, Anggota DPR/DPRD, serta pihak lain yang diatur dalam Permenko 11/2020, tidak dapat menerima manfaat Program Kartu Prakerja.

(cnbc)

Pos terkait