Menkes Targetkan Uji Klinis Vaksin Merah Putih Juni 2021, Produksi di 2022

  • Whatsapp
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

JurnalPatroliNews, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan Vaksin Merah Putih baru mulai diuji klinis pada Juni 2021. Saat ini tahapan pengembangan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri itu baru sampai tahap pertama dari tiga tahap, yaitu pada tahap penelitian dan pengembangan.

“Outputnya seed vaksin. Rencananya terakhir kali terinfo disubmit ke Bio Farma di Juni triwulan II 2021. Antara kuartal I dan kuartal II. Saya ambil optimistis kuartal I 2021,” ujar Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 13 Januari 2021.

Lantaran dibuat berdasarkan bibit dari hewan, Budi mengatakan harus dilakukan proses karakterisasi dan membutuhkan pembersihan bibit yang butuh waktu sekitar tiga sampai enam bulan. “Let’s say paling optimistis tiga bulan sehingga siap uji klinis di Juni 2021.”

Selanjutnya, Budi mengatakan uji klinis harus dilakukan tiga tahapan yaitu uji coba tahap I, tahap II, dan tahap III yang biasanya memakan waktu satu sampai dua tahun. Namun, apabila uji klinis itu dipercepat masing-masing tahapan menjadi tiga bulan, maka ia menduga uji klinis kelar pada kuartal II 2022.

“Jadi untuk tahap I sampai keluar seed paling cepat triwulan I 2021. Karakterisasi bersihkan vaksin paling cepat tiga bulan jadi triwulan II 2021. Selanjutnya uji klinis tahap I,II, dan III paling cepat masing-masing tiga bulan, sehingga selesai awal kuartal II 2022 dan approval diberikan untuk diproduksi,” tutur Budi.

Karena itu, ia memperkirakan vaksin merah putih baru bisa digunakan pada vaksinasi tahap selanjutnya. “Kalau vaksinasi diberi di 2021, akan habis kekebalannya di 2022, rencananya seperti itu.”

Program vaksinasi Covid-19 nasional dimulai pada Rabu ini. Orang pertama yang menerima vaksin di Indonesia adalah Presiden Joko Widodo. Vaksinasi perdana terhadap Jokowi dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta. Proses dimulai pukul 09.30 dan disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Ikut divaksinasi bersama Jokowi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus perwakilan Muhammadiyah Amirsyah Tambunan, Rais Syuriah PBNU Ahmad Ishomuddin. Selanjutnya ada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

(tmp)