JurnalPatroliNews – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan usulan untuk menyediakan kuota 5% bagi anak-anak disabilitas di Sekolah Rakyat. Usulan ini disampaikan oleh Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) untuk memperkuat sistem pendidikan inklusif.
Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial sedang mendiskusikan aspirasi tersebut dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Kami perlu waktu untuk menindaklanjuti,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers, Jumat (8/8).
Ia menambahkan, meskipun usulan ini masih dalam pembahasan, sudah ada beberapa anak disabilitas yang menjadi siswa di Sekolah Rakyat yang saat ini beroperasi. Dari total 9.700 lebih siswa, sebagian di antaranya adalah penyandang disabilitas.
Sebelumnya, Portadin menyampaikan aspirasinya kepada Mensos dan Menteri UMKM agar memberikan layanan pendidikan yang setara bagi anak disabilitas. Dewan Penasihat Portadin, Siswandi Abdul Rochim, menyebutkan bahwa saat ini hanya ada sekitar 2.396 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang melayani kebutuhan pendidikan anak disabilitas di 7.287 kecamatan. Kondisi ini membuat satu SLB harus menjangkau tiga kecamatan, yang dianggap menyulitkan akses pendidikan bagi anak-anak disabilitas.














