JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional berada dalam kondisi aman. Produksi dalam negeri dinilai mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga ketahanan pangan terjaga dan harga beras di pasaran tetap stabil.
“Alhamdulillah, produksi beras nasional kita aman. Ketahanan pangan juga terkendali. Hingga Oktober 2025, proyeksi produksi mencapai 31,04 juta ton,” kata Amran saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan konsumsi beras pada periode yang sama tercatat 27,3 juta ton. Artinya, Indonesia berpotensi mencatat surplus sekitar 3,7 juta ton. Capaian ini bahkan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan menunjukkan tren positif yang diharapkan berlanjut hingga akhir tahun.
Amran menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras para petani serta implementasi program strategis pemerintah, mulai dari optimalisasi lahan, pembukaan sawah baru, hingga perbaikan irigasi. “Sampai hari ini surplus 3,7 juta ton sesuai data BPS. Ini hasil nyata dari berbagai program yang dijalankan,” jelasnya.
Dalam rapat itu, Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi atas capaian positif sektor pertanian, khususnya terkait ketersediaan beras. Anggota Komisi IV, Riyono, menilai kinerja Kementerian Pertanian patut diapresiasi karena mampu menjaga stok dan meningkatkan hasil panen.
“Kami mengapresiasi kinerja Kementan. Stok beras kita cukup, panen meningkat, dan ketahanan pangan terjaga,” ujar Riyono.
Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya dukungan anggaran lebih besar untuk sektor pertanian jika Indonesia ingin mewujudkan swasembada pangan. Saat ini, porsi anggaran pertanian hanya sekitar Rp40 triliun atau 1,3 persen dari APBN.
“Saya tetap konsisten mengusulkan agar anggaran pertanian ditingkatkan menjadi minimal 5 persen APBN. Kalau kita ingin maju dalam swasembada, dukungan anggaran harus diperkuat,” tegasnya.














