JurnalPatroliNews – Semarang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penurunan harga beras di pasaran tidak akan mengurangi tingkat kesejahteraan para petani.
Saat melakukan kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8), Amran mengatakan menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen bukanlah tugas yang mudah. Karena itu, pemerintah menjamin harga gabah di tingkat petani tetap dipatok minimal Rp6.500 per kilogram.
“Pemerintah terus berupaya agar petani tetap sejahtera sekaligus konsumen bisa membeli beras dengan harga terjangkau. Saat ini stok beras kita justru berada di titik tertinggi, dan harganya lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” jelas Amran.
Ia juga menegaskan, Indonesia hingga kini tidak melakukan impor beras meski sejumlah negara lain tengah mengalami kesulitan pasokan. “Dalam waktu singkat kita bisa menghentikan impor beras, ini hasil kerja keras bersama,” tambahnya.
Menurutnya, gejolak harga yang sempat terjadi langsung direspons pemerintah melalui langkah-langkah stabilisasi. Dalam dua hingga tiga pekan mendatang, ia optimistis harga beras dapat kembali turun.
Amran juga menyampaikan bahwa operasi pasar akan tetap digelar sampai akhir tahun 2025 karena persediaan beras masih sangat mencukupi. “Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras nasional sangat besar,” ujarnya menutup pernyataan.














