Mendukung penuh ekosistem Koperasi Desa Merah Putih, BRI memanfaatkan jaringan AgenBRILink yang kini telah melibatkan lebih dari 1,2 juta agen aktif. Agen ini memainkan peran penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat desa, mulai dari transaksi tunai, pembayaran tagihan, hingga top-up layanan digital.
“Melalui AgenBRILink, masyarakat desa bisa menikmati layanan keuangan tanpa perlu jauh-jauh ke bank. Ini bentuk nyata inklusi keuangan,” ujar Hery menambahkan.
Pemerintah pun memberikan apresiasi atas peran BRI. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai koperasi memiliki posisi kunci dalam memperkuat ekonomi desa dan menjadi solusi dari maraknya pinjaman dari rentenir.
“Kita tahu pinjaman ilegal makin merajalela. Maka kita minta BRI ikut turun tangan, apalagi jaringan AgenBRILink sudah mencapai 1,2 juta. Koperasi ini punya kepekaan terhadap kondisi lokal sehingga bisa jadi penggerak pembangunan ekonomi desa,” tutur Zulkifli.
Ia menambahkan, koperasi juga dapat menjadi penghubung pelaku UMKM desa untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI secara lebih mudah.
Hal senada diungkapkan oleh Dewan Pakar Apindo, Anton J Supit. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan tata kelola dalam menjalankan koperasi agar mampu bertahan dan memberi dampak positif bagi masyarakat desa.
“Ini bukan sekadar program, tapi bagian dari amanat konstitusi dan semangat ekonomi kerakyatan. Dengan tata kelola yang rapi dan kelembagaan yang kuat, koperasi desa ini punya potensi besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” tandasnya.














