JurnalPatroliNews | Malang — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Kabupaten Malang terus menunjukkan performa sebagai magnet investasi. Hingga semester I 2025, kawasan ekonomi digital pertama di Indonesia ini mencatatkan realisasi investasi senilai Rp2,3 triliun, menciptakan 895 lapangan kerja, serta menampung 27 pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.
Capaian ini menjadi gambaran bahwa KEK Singhasari bukan sekadar proyek pembangunan kawasan, melainkan mulai berperan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di Malang Raya dan Jawa Timur.
Di tengah momentum tersebut, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang mengambil langkah proaktif dengan menggelar pertemuan bersama jajaran Direksi KEK Singhasari.
Pertemuan yang berlangsung di kawasan Singhasari tersebut mempertemukan Ketua LIRA Kabupaten Malang, Wiwid Tuhu, S.H., M.H., dengan Direktur Utama KEK Singhasari, Dr. H. Purnadi, S.H., M.Si, dalam agenda yang berlangsung di Kawasan Hall KEK Singhasari Kabupaten Malang, Rabu (23/9/2026).
LIRA menegaskan bahwa kehadirannya bukan sebagai oposisi, melainkan sebagai mitra kritis yang berfungsi menjalankan kontrol sosial sekaligus menyalurkan aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, LIRA menyampaikan maksud untuk bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Malang. Harapannya, kolaborasi tersebut dapat mendukung terciptanya ekosistem yang saling memperkuat demi kesejahteraan masyarakat.
LIRA memandang keberadaan KEK Singhasari harus benar-benar membawa dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh warga Malang, bukan hanya bagi investor dan pelaku usaha besar.
Proyeksi Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Pemerintah menargetkan KEK Singhasari mampu menarik investasi hingga Rp11,92 triliun dan menyerap 6.863 tenaga kerja hingga 2030.
Dengan realisasi Rp2,3 triliun pada semester I 2025, kawasan ini memiliki modal awal untuk mengejar target tersebut.
Berbagai proyek pembangunan tengah digenjot, termasuk pembangunan boutique hotel, kafe dan co-working space, serta HelloMotion High School yang dirancang sebagai sekolah kreatif berbasis ekonomi kreatif.
Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Singhasari, David Santoso, mengungkapkan bahwa salah satu proyek utama yang tengah dibangun adalah Hotel Oura dengan konsep heritage berpadu kontemporer.
Selain itu, KEK Singhasari juga menghadirkan Nomora Nomade, hotel berbasis kendaraan pertama di Indonesia, yang mendukung aksesibilitas wisatawan menuju sejumlah destinasi, seperti Gunung Bromo.
Kafe Kalanusa juga akan dibangun sebagai ruang kreatif sekaligus tempat berkumpul generasi muda.
Pendidikan Kelas Dunia sebagai Daya Tarik Investasi
Salah satu faktor yang membuat KEK Singhasari semakin menarik bagi investor adalah kehadiran institusi pendidikan internasional.
King’s College London (KCL), yang menempati peringkat ke-31 dalam QS World University Rankings 2026, telah membuka kampus cabangnya di kawasan tersebut.
KCL Singhasari menawarkan program pascasarjana MSc Digital Economies dan MA Digital Futures yang dijadwalkan memulai perkuliahan pada September mendatang.
Tidak hanya KCL, Indian Institute of Management Bangalore (IIM Bangalore) juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan KEK Singhasari pada 6 Juli 2026.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), global supply chains, iklim, dan healthcare.
IIM Bangalore yang didirikan pada 1973 merupakan salah satu institusi pendidikan bisnis terkemuka di India, dengan program MBA unggulannya yang menempati peringkat ke-28 dunia.
Fokus pada Pariwisata dan Teknologi
Dalam dialog yang berlangsung, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama memaparkan bahwa KEK Singhasari memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pariwisata dan teknologi, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.
Saat ini, di dalam kawasan KEK telah berdiri kluster Animation and Film Factory (AFF) yang mewadahi sekitar 500 animator.
KEK Singhasari juga menjalin kerja sama dengan lebih dari 30 SMK bidang animasi, film, dan desain di Jawa Timur untuk membuka akses bagi talenta-talenta kreatif.
Dari dialog tersebut, ditemukan kesepahaman bahwa diperlukan dinamika yang lebih intens untuk membawa pembicaraan pada langkah konkret terkait kontribusi KEK Singhasari dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Malang.
Mengingat fokus KEK Singhasari juga mencakup pengembangan aplikasi dan sistem teknologi, diharapkan LIRA dapat mengambil peran pada bidang yang sesuai untuk memastikan manfaat keberadaan KEK Singhasari benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, pertumbuhan investasi, pengembangan teknologi, pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif di KEK Singhasari diharapkan tidak hanya menghasilkan indikator ekonomi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang untuk ikut tumbuh dan memperoleh manfaat dari keberadaan kawasan tersebut. (*)














