Pasar Saham Asia Melemah, Investor Cermati Arah Kebijakan Trump

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pasar saham di kawasan Asia dibuka di zona negatif pada Kamis pagi, 18 Desember 2025. Tekanan jual terjadi seiring pelemahan bursa Wall Street, yang dipicu oleh pergeseran dana investor dari saham-saham teknologi ke aset lain yang dinilai lebih aman.

Pelaku pasar global saat ini memilih bersikap menunggu sambil mencermati pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Dalam pidatonya, Trump diperkirakan akan memaparkan capaian pemerintahan sekaligus memberikan penjelasan terkait kebijakan blokade terhadap kapal tanker Venezuela, yang berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan dan energi global.

Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada Jepang. Bank of Japan dijadwalkan menggelar rapat kebijakan selama dua hari, dengan ekspektasi pasar mengarah pada kemungkinan kenaikan suku bunga acuan menjadi 0,75 persen yang akan diumumkan pada Jumat.

Tekanan paling besar terlihat di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah hampir satu persen atau turun 0,99 persen ke level 49.020,85. Bursa Korea Selatan juga bergerak negatif, dengan indeks Kospi terkoreksi 0,95 persen ke posisi 4.017,92. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia turun tipis 0,17 persen dan berada di level 8.571.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Pergerakan indeks diproyeksikan berada pada kisaran 8.600 hingga 8.700.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,11 persen di level 8.677. Tekanan jual juga terlihat dari investor asing yang mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp856 miliar.