JurnalPatroliNews – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, dengan pergerakan positif. Pada pembukaan, indeks langsung berada di area penguatan di level 8.705 atau naik 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Optimisme pelaku pasar dipicu oleh keputusan Bank Indonesia yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 4,75 persen. Selain itu, bank sentral juga menahan suku bunga fasilitas simpanan (deposit facility) di level 3,75 persen serta suku bunga fasilitas pinjaman (lending facility) di 5,5 persen.
Memasuki menit-menit awal perdagangan, kinerja IHSG semakin menguat. Indeks sempat mencatatkan kenaikan hingga 0,54 persen dan bergerak di kisaran 8.724.
Aktivitas perdagangan saham menunjukkan dominasi penguatan. Tercatat sebanyak 313 saham bergerak naik, sementara 149 saham mengalami penurunan, dan 496 saham lainnya belum menunjukkan perubahan harga.
Dari sisi nilai transaksi, total perdagangan awal mencapai sekitar Rp1,2 triliun dengan volume sebanyak 1,2 miliar lembar saham.
Sejumlah indeks acuan turut mencatatkan kinerja positif. Indeks LQ45 naik 0,54 persen ke level 857,18, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,83 persen ke posisi 589,36, indeks MNC36 bertambah 0,55 persen ke 346,67, dan IDX30 meningkat 0,48 persen ke level 439,75.
Seluruh sektor saham tercatat bergerak searah di zona hijau. Penguatan terlihat pada sektor energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, transportasi, industri, teknologi, kesehatan, properti, hingga sektor bahan baku.
Di sisi lain, pergerakan mata uang rupiah justru menunjukkan pelemahan tipis. Pada pembukaan perdagangan pasar spot, rupiah berada di level Rp16.703 per dolar Amerika Serikat, turun sekitar 9 poin atau melemah 0,05 persen.












