Pemerintah Larang Ekspor Batu Bara, Pengusaha: Potensi Devisa USD 3 M per Bulan Melayang

(Foto:APBI)

JurnalPatroliNews – Jakarta – larangan Ekspor Batu bara oleh Pemerintah memiliki berbagai dampak bagi perekonomian nasional, salah satunya, larangan itu akan berimbas terhadap hilangnya Devisa dengan nilai yang besar. Demikian yang diutarakan Pandu Sjahrir, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI).

“Pemerintah akan kehilangan Devisa hasil Ekspor Batu bara sebesar kurang lebih US$ 3 miliar per bulan,” ungkap Pandu, Sabtu (1/1).

Bacaan Lainnya

Komoditas ini menyumbang 70,3 persen dari total Ekspor Non-migas yang memberikan kontribusi 95,4 persen terhadap Ekspor keseluruhan. Total nilai Ekspor pada September lalu adalah sebesar US$ 20,6 miliar.

Selain berpengaruh terhadap hilangnya Devisa, volume Produksi Batu bara Nasional akan terganggu sebesar 38-40 juta Metrik ton per bulan. Dampaknya, Pemerintah juga akan kehilangan pendapatan Pajak dan Non-pajak (royalti) terhadap turunnya penerimaan Pemerintah Daerah.

“Kemudian arus kas Produsen Batu bara akan terganggu karena tidak dapat menjual batu bara ekspor,” lanjutnya.

Hasilnya, Perusahaan harus membayar biaya tambahan untuk penambahan waktu pemakaian Kapal, yaitu sebesar US$ 20-40 ribu per kapal. Ini akan membebani Perusahaan-perusahaan pengekspor.

“Deklarasi Force Majeur secara masif dari Produsen Batu bara karena tidak dapat mengirimkan Batu bara Ekspor kepada pembeli yang sudah berkontrak akan menimbulkan banyak sengketa antara penjual dan pembeli,” tambahnya.

Larangan ekspor batu bara ini tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Nomor B1605/MB.05/DJB.B/2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum. Terbit 31 Desember 2021, poin-poin dalam surat itu melarang penjualan Batu bara ke luar Negeri sejak 1 sampai 31 Januari 2022 secara umum dan menyeluruh.

Kebijakan larangan Ekspor Komoditas terbit setelah adanya laporan dari PLN ihwal kondisi persediaan Batu bara di PLTU dan Independent Power Producer (IPP). PLN melaporkan Pasokan Batu bara saat ini sangat rendah.

Pos terkait