Saham Asia Menguat Usai Penundaan Serangan AS ke Iran


JurnalPatroliNews – Jakarta –   Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2026, seiring meredanya tekanan di pasar energi setelah muncul harapan penurunan tensi geopolitik di Timur Tengah. Sentimen positif ini dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menunda rencana serangan militer terhadap Iran.

Mengutip laporan CNBC International, indeks saham di kawasan mencatat penguatan signifikan. Pasar Korea Selatan memimpin reli dengan lonjakan indeks Kospi sebesar 3,5 persen, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil turut naik 3,29 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 2,2 persen dan Topix naik 2,47 persen. Kinerja positif ini juga didukung oleh data inflasi Jepang yang melandai ke level 1,3 persen pada Februari, mencerminkan stabilitas harga pangan serta dampak subsidi energi.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia naik lebih dari 0,74 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga menunjukkan penguatan dengan kontrak berjangka berada di level 25.020.

Kenaikan bursa saham Asia tidak lepas dari turunnya harga minyak mentah global yang sebelumnya sempat melonjak akibat konflik. Penundaan aksi militer oleh Washington memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas, sekaligus memunculkan optimisme terhadap kemungkinan meredanya konflik.

Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar. Pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat, sehingga potensi eskalasi konflik tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai pelaku pasar.

Pada perdagangan Selasa pagi, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat kembali naik tipis sekitar 1,5 persen ke level 89,5 dolar AS per barel, menandakan volatilitas masih tinggi di tengah dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya stabil.