JurnalPatroliNews – GARUT –  Ancaman intoleransi dan radikalisme yang menyasar generasi muda menjadi perhatian serius pemerintah. Sebagai langkah pencegahan, sebanyak 183 pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Garut mengikuti Kemah Bela Negara Tahun 2026 yang digelar di Graha Patriot, Kecamatan Tarogong Kaler, pada 8–10 Juli 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Kader Muda Harmoni” ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan ideologi, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta membangun karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham yang mengancam persatuan bangsa.
Pembukaan kemah dilakukan oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol. Eddy Hartono.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan, pendidikan bela negara harus menjadi proses berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali karakter yang kuat, cinta tanah air, dan pemahaman kebangsaan sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Nilai-nilai kebangsaan ini harus kita wariskan kepada generasi muda. Nilai tersebut merupakan komitmen yang dibangun para pendiri bangsa dan menjadi fondasi yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Syakur berharap para peserta tidak hanya memahami materi selama kemah berlangsung, tetapi juga mampu menerapkan semangat toleransi dan persatuan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.
Sementara itu, Kepala BNPT RI Komjen Pol. Eddy Hartono menyebut penguatan ketahanan ideologi menjadi salah satu strategi utama mencegah berkembangnya intoleransi dan radikalisme di kalangan anak muda.
Baca juga: Pemuda Dikeroyok di Bekas Stasiun Bayongbong, Ayah Korban Lapor Polisi
Menurutnya, Kemah Bela Negara menjadi wadah untuk menyatukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga pelaku budaya dalam membangun benteng kebangsaan.
“Di sini kita menyatukan sinergi antara komponen pertahanan dan keamanan untuk melakukan pencegahan. Saya berterima kasih kepada Bupati Garut yang telah memberikan dukungan penuh, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dan seniman budaya,” kata Eddy.
Ia menilai pelajar dan mahasiswa merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki semangat kebangsaan, ketahanan ideologi, dan rasa cinta tanah air menuju Indonesia Emas 2045.
Sebanyak 183 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 100 pelajar SMP, 59 pelajar SMA, dan 24 mahasiswa yang berasal dari 15 sekolah serta enam perguruan tinggi di Kabupaten Garut.
Ketua Panitia, Asep Maher, mengatakan Kemah Bela Negara dirancang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat memori kolektif mengenai kehidupan berbangsa yang harmonis. Selama tiga hari, peserta mengikuti pembelajaran partisipatif dan dialogis mengenai toleransi, bela negara, serta nilai-nilai kebangsaan bersama para narasumber dan fasilitator berpengalaman.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, jajaran deputi BNPT, mitra BNPT, tokoh masyarakat, serta seniman budaya lokal.











Komentar