Pemuda Dikeroyok di Bekas Stasiun Bayongbong, Ayah Korban Lapor Polisi

JurnalPatroliNews – GARUT – Seorang pemuda bernama Jam-jam Nurjaman alias Kojek (38) menjadi korban dugaan pengeroyokan di kawasan bekas Stasiun Kereta Api, Kampung Saroja, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Sabtu malam (27/6/2026).

Kasus tersebut dilaporkan ayah korban, Dadang ZA (72), ke Polsek Bayongbong pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Laporan polisi tercatat dengan nomor LP/B/34/VI/2026/SEK BAYONGBONG/RES GARUT/POLDA JABAR.

Berdasarkan laporan, peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Korban yang merupakan warga Kampung Kalangsari, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, diduga dianiaya secara bersama-sama oleh beberapa orang di lokasi kejadian.

Baca juga: Pemprov Jabar Siapkan Aplikasi Berhadiah untuk Pemburu Rokok Ilegal, 44 Juta Batang Dimusnahkan

Dadang mengaku baru mengetahui insiden tersebut sekitar pukul 01.00 WIB setelah mendapat kabar dari tetangganya, Rinto, yang menyebut anaknya menjadi korban pengeroyokan di Kampung Saroja. Saat tiba di lokasi, korban sudah dievakuasi ke RSUD dr. Slamet Garut.

Ketika menjenguk di rumah sakit, Dadang melihat anaknya mengalami luka sobek di pipi kiri dan kepala bagian kiri, serta luka lebam di kepala, punggung, dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Dalam laporan polisi, pihak terlapor disebutkan bernama Agus bin Wawan Idi bersama rekan-rekannya. Polisi juga menduga para pelaku melakukan penganiayaan menggunakan tangan kosong dan senjata tajam.

Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Bayongbong. Pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Komentar