Mahmud Marhaba: PJS Harus Jadi Rumah Besar Wartawan Profesional dan Berintegritas

JurnalPatroliNews | Pangkalpinang – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan dan konsolidasi organisasi menjadi fokus utama dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung di Resto Lucky 88, Pangkalpinang, Minggu (12/7/2026).

Mengangkat tema “Meneguhkan Integritas dan Kompetensi Wartawan untuk PJS yang Lebih Mandiri, Profesional dan Diakui”, forum tersebut menjadi momentum strategis bagi PJS Bangka Belitung untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) PJS yang akan digelar dalam waktu dekat di Jakarta.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, yang hadir bersama jajaran pengurus pusat dan disambut antusias oleh pengurus serta anggota PJS dari berbagai kabupaten dan kota di Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Mahmud menegaskan bahwa tantangan dunia pers di era digital menuntut setiap wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga integritas profesi. Menurutnya, organisasi pers harus mampu menjadi ruang pembelajaran yang mendorong anggotanya menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, akurat, dan berimbang.

“PJS hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai rumah besar bagi wartawan media siber yang ingin terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga kehormatan profesi jurnalistik,” ujar Mahmud.

Mahmud yang juga dipercaya sebagai Ahli Pers Dewan Pers mengatakan, kualitas organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan harus berjalan seiring dengan komitmen menegakkan Kode Etik Jurnalistik dan prinsip-prinsip profesionalisme.

Ia menilai Musdalub PJS Bangka Belitung merupakan bagian penting dari proses konsolidasi nasional menjelang pelaksanaan Munas PJS.

“Saya berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan PJS Bangka Belitung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Organisasi akan tumbuh kuat apabila dibangun dengan persatuan, demokrasi, dan rasa memiliki,” katanya.

Selain menjadi forum konsolidasi internal, Musdalub juga mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina,

turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara PJS dan jajaran pemasyarakatan.

Menurut Ade, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara objektif dan berimbang, terutama terkait berbagai program pembinaan warga binaan serta pelayanan pemasyarakatan.

Ia mengaku hubungan yang terjalin dengan jajaran PJS Bangka Belitung tidak hanya sebatas kemitraan kelembagaan, tetapi juga dibangun melalui komunikasi yang profesional.

“Sinergi yang terbangun selama ini membuat informasi mengenai pelayanan dan pembinaan pemasyarakatan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan proporsional,” ujarnya.

Ade juga mengaku memperoleh banyak wawasan setelah mendengarkan paparan Ketua Umum DPP PJS mengenai perjalanan organisasi serta tantangan dunia pers nasional di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, organisasi pers seperti PJS memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan melalui pemberitaan yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Musdalub PJS Bangka Belitung dijadwalkan berlangsung hingga 13 Juli 2026 dengan sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, peningkatan kompetensi wartawan, hingga pemilihan kepengurusan baru.

Melalui forum tersebut, PJS Bangka Belitung diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai organisasi pers yang menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, independensi, serta mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem pers nasional yang sehat, kredibel, dan dipercaya masyarakat.

Komentar