Cuaca Ekstrem di AS Batasi Penguatan Bitcoin

JurnalPatroliNews – Jakarta – Nilai Bitcoin mencatat penguatan tipis dalam perdagangan terbaru. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa, 27 Januari 2026 siang, aset kripto terbesar ini naik sekitar 1,05 persen dalam 24 jam dan bertengger di kisaran 88.554 dolar AS.

Meski demikian, kenaikan tersebut belum sepenuhnya menutup tekanan yang terjadi sepanjang sepekan terakhir. Dalam tujuh hari, Bitcoin masih mencatat koreksi sekitar 3,93 persen, menunjukkan bahwa pemulihan yang terjadi masih bersifat terbatas.

Pergerakan Bitcoin kali ini juga sedikit mengungguli kenaikan total kapitalisasi pasar kripto global yang bertambah sekitar 1,21 persen. Hal ini mencerminkan adanya dorongan jangka pendek, meskipun pelaku pasar tetap bersikap hati-hati.

Salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga berasal dari terganggunya aktivitas penambangan di Amerika Serikat. Badai musim dingin ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada akhir pekan lalu menyebabkan pemadaman listrik, sehingga banyak penambang terpaksa mengurangi kapasitas operasional. Kondisi ini berdampak pada hashrate jaringan Bitcoin.

Di sisi lain, tekanan datang dari berkurangnya likuiditas stablecoin. Data perusahaan analitik on-chain Santiment menunjukkan kapitalisasi gabungan 12 stablecoin terbesar menyusut sekitar 2,24 miliar dolar AS dalam kurun 10 hari terakhir. Arus dana tersebut disebut mengalir ke instrumen lindung nilai tradisional, seperti emas.

Sentimen positif masih muncul dari sektor institusional. Pada 26 Januari, raksasa investasi BlackRock mengajukan dokumen pendaftaran S-1 untuk produk bertajuk iShares Bitcoin Premium Income ETF. Produk ini dirancang untuk mengikuti pergerakan harga Bitcoin sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan melalui strategi penjualan opsi beli secara berkala, menandakan minat institusi terhadap Bitcoin masih terjaga di tengah volatilitas pasar.