Airlangga Buka Suara soal Mundurnya Perry Warjiyo, Ini Dampaknya ke Rupiah

JurnalPatroliNews | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, kekuatan utama terletak pada institusi Bank Indonesia yang tetap menjalankan mandat menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di tengah perhatian pasar terhadap mundurnya Perry Warjiyo serta pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Yang terpenting adalah institusinya. Bank Indonesia tetap menjalankan fungsi menjaga stabilitas moneter dan menjaga nilai tukar rupiah,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Airlangga juga mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengetahui kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari pemberitaan media massa.

“Tadi kita monitor dari media,” katanya singkat.

Di tengah dinamika tersebut, pelaku pasar mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 12.50 WIB, rupiah tercatat melemah 88 poin atau 0,49 persen ke level Rp18.097 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.100 per dolar AS.

Tekanan juga terlihat di pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang berada di zona negatif dengan penurunan sekitar 0,04 persen ke posisi 6.183.

Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah tetap meyakini mekanisme kelembagaan Bank Indonesia berjalan sebagaimana mestinya. Saat ini, kepemimpinan operasional bank sentral dijalankan oleh Destry Damayanti sebagai pejabat sementara hingga proses penetapan pimpinan definitif sesuai mekanisme yang berlaku.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika kepemimpinan bank sentral. Stabilitas sektor moneter dinilai tetap menjadi prioritas melalui koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga inflasi, nilai tukar, serta stabilitas sistem keuangan nasional.

Sejumlah pelaku pasar kini juga menanti kepastian mengenai proses pengisian jabatan Gubernur Bank Indonesia, yang diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.

Komentar