Menkop Ferry Ajak GP Ansor Jadi Penggerak Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih

JurnalPatroliNews – Bandung — Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam mempercepat pemerataan pembangunan desa, terutama dalam penyediaan listrik, akses internet, serta penanggulangan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Menkop Ferry dalam Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat yang diselenggarakan oleh GP Ansor di Bandung, Minggu (19/10), dengan tema “Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong di Desa-Desa.”

Ferry menilai, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun ekonomi pedesaan. Keterlibatan ormas seperti GP Ansor menjadi penting karena memiliki jaringan dan basis massa yang kuat di tingkat akar rumput.

“Saya mengajak GP Ansor untuk turun langsung membantu masyarakat desa menyelesaikan masalah dasar seperti listrik, air bersih, dan kemiskinan. Koperasi adalah wadah terbaik untuk memperkuat ekonomi rakyat,” ujar Ferry.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat ribuan desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dan belasan ribu desa yang belum memiliki akses internet. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata meski Indonesia telah merdeka selama delapan dekade.

“Setelah 80 tahun merdeka, masih banyak desa tanpa listrik dan internet. Ini harus menjadi panggilan moral bagi kita semua untuk bergerak bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Kementerian Koperasi dan UKM akan menggandeng berbagai pihak, termasuk GP Ansor, untuk mengembangkan pembangkit listrik mikrohidro dan tenaga surya skala kecil yang akan dikelola langsung oleh koperasi desa. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat elektrifikasi desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Selain persoalan energi, Ferry juga menyoroti kesenjangan ekonomi dan kemiskinan struktural di pedesaan. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, pemerintah berupaya menciptakan sistem ekonomi yang adil, memperpendek rantai pasok, serta menjaga kestabilan harga bagi petani dan konsumen.

“Dengan koperasi, harga di tingkat petani bisa naik, sementara harga untuk konsumen bisa lebih terjangkau,” jelasnya.