JurnalPatroliNews – Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.292 per dolar AS pada perdagangan Jumat (7/8) sore, turun tipis 6 poin atau 0,04 persen dibanding sehari sebelumnya. Sementara itu, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia menempatkan rupiah di posisi Rp16.299 per dolar AS.
Pelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah. Mata uang di kawasan Asia kompak terkoreksi. Yen Jepang turun 0,09 persen, baht Thailand 0,01 persen, yuan China 0,02 persen, peso Filipina 0,06 persen, won Korea Selatan 0,17 persen, dan dolar Singapura 0,02 persen.
Mata uang utama negara maju pun mengalami nasib serupa. Euro melemah 0,06 persen, pound sterling 0,01 persen, franc Swiss 0,01 persen, dan dolar Australia 0,14 persen pada penutupan perdagangan.
Pengamat pasar keuangan Lukman Leong menjelaskan, pelemahan rupiah kali ini disebabkan oleh penguatan dolar AS yang terdorong ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve akan tetap bersikap hawkish.
“Meski demikian, peluang penguatan rupiah masih terbuka, terutama jika data ekonomi pekan depan mendukung. Investor akan mencermati rilis penjualan ritel Indonesia dan inflasi AS,” kata Lukman kepada wartawan.
Untuk pekan depan, Lukman memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp16.250 hingga Rp16.350 per dolar AS.














