JurnalPatroliNews – Jakarta – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) menyuarakan keprihatinan terhadap sejumlah kebijakan baru yang dikeluarkan secara tiba-tiba oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), karena dinilai menghambat proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Kebijakan-kebijakan tersebut, menurut APJATI, tidak hanya menimbulkan ketidakpastian, tetapi juga berdampak langsung pada keterlambatan keberangkatan PMI yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
Sekretaris Jenderal APJATI, Kausar Tanjung, menekankan bahwa meskipun pihaknya mendukung penuh upaya peningkatan perlindungan terhadap PMI, proses penyusunan kebijakan sebaiknya dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami sangat mendukung langkah-langkah KP2MI dalam melindungi PMI. Tapi, kami berharap tidak ada lagi kebijakan yang muncul mendadak tanpa sosialisasi atau diskusi terlebih dahulu dengan pelaku usaha terkait,” ujar Kausar dalam keterangannya, Minggu malam, 3 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, perubahan aturan yang diumumkan tanpa persiapan kerap memicu kebingungan di lapangan. Hal ini tidak jarang menyebabkan keterlambatan pemberangkatan, bahkan pembatalan proses penempatan tenaga kerja yang sudah dirancang jauh hari sebelumnya.
“Para calon PMI adalah pahlawan devisa yang menaruh harapan besar untuk segera bekerja di luar negeri demi kesejahteraan keluarganya. Ketika keberangkatan mereka tertunda karena kebijakan yang tidak terkoordinasi, itu sangat merugikan mereka secara moral dan ekonomi,” tegasnya.
APJATI menyatakan seluruh anggotanya berkomitmen untuk mengikuti regulasi yang berlaku dan terus berupaya menjaga standar etika dalam proses penempatan PMI.
Karena itu, APJATI mendorong agar KP2MI lebih terbuka terhadap dialog dan melibatkan asosiasi dalam setiap penyusunan aturan baru.
“Kami percaya, sistem penempatan akan jauh lebih kokoh jika dibangun lewat kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha. Jangan sampai kebijakan sepihak justru mengguncang stabilitas sistem yang sedang kita bangun bersama,” pungkas Kausar.














