JurnalPatroliNews – Jakarta – Proyek rumah susun (rusun) subsidi Meikarta kembali bergerak setelah memasuki tahap awal pembukaan lahan di kawasan sekitar pintu keluar Tol Cibatu, Cikarang Selatan, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa dimulainya kembali pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Maruarar, harga tanah di wilayah Bekasi dan Karawang terus mengalami kenaikan signifikan, sementara kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin mendesak. Kondisi itu membuat pembangunan hunian vertikal berupa apartemen bersubsidi dinilai sebagai opsi paling realistis.
Pada tahap awal, proses land clearing dilakukan di atas area seluas 10 hektare. Ke depan, proyek Meikarta direncanakan mencakup tiga zona pembangunan, masing-masing dengan luas sekitar 10 hektare, yang secara keseluruhan akan menghasilkan sekitar 141 ribu unit hunian vertikal.
Tahapan konstruksi dijadwalkan dimulai dengan pemasangan tiang pancang pada Maret 2026. Pembangunan struktur utama ditargetkan berlangsung mulai Agustus 2026, sementara penyelesaian keseluruhan proyek diproyeksikan rampung pada tahun 2028.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan rusun subsidi tersebut. Ia menilai proyek ini tidak hanya menyediakan hunian layak bagi warga berpenghasilan rendah, tetapi juga berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Bekasi.
Asep berharap harga hunian yang ditawarkan nantinya dapat benar-benar terjangkau serta memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat setempat.














