JurnalPatroliNews – Jakarta – Chevron, raksasa migas asal Amerika Serikat, dikabarkan tengah mengkaji peluang untuk kembali berinvestasi di sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia. Informasi ini disampaikan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam konferensi pers pada Selasa (22/7/2025).
Djoko mengungkapkan bahwa Chevron tertarik masuk kembali ke tanah air, tetapi dengan syarat hanya akan melirik lapangan migas yang sudah terbukti potensinya (discovery). “Chevron mencari lapangan yang besar dan ingin masuk di wilayah yang sudah ada temuannya. Kami sudah membuka akses data untuk mereka,” ujar Djoko.
Seperti diketahui, Chevron sebelumnya menjadi pengelola Blok Rokan sebelum akhirnya diambil alih oleh PT Pertamina (Persero). Selain itu, mereka juga pernah memegang proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) tahap II sebelum melepasnya ke perusahaan migas Italia, Eni.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Tri Winarno menambahkan bahwa pemerintah kini tengah menyiapkan beberapa wilayah kerja migas untuk ditawarkan kepada Chevron. “Kami sedang persiapkan beberapa blok, nanti kita lihat mereka tertarik di bagian mana,” kata Tri di Gedung DPR RI pada 14 Juli 2025.
Salah satu wilayah yang disebut potensial adalah Area Warim, yang kini telah terbagi menjadi dua wilayah kerja: Akimeugah 1 dan Akimeugah 2. Menurut Koordinator Pokja Pengembangan Wilayah Kerja Migas Konvensional, Maruf Affandi, Area Warim memiliki potensi besar sekitar 10 miliar barel minyak ekuivalen per wilayah, meskipun pengembangannya menghadapi tantangan berat dari sisi medan yang sulit.
Pemerintah sendiri menargetkan akan melelang hingga 60 wilayah kerja migas hingga 2028 untuk meningkatkan produksi migas nasional. Selain Area Warim, pemerintah juga menawarkan sejumlah sumur eksplorasi lainnya yang masih memiliki potensi signifikan bagi investor asing.
Langkah ini diharapkan bisa menggenjot produksi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah kebutuhan yang terus meningkat.














