Cipayung Plus Jakarta Soroti Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media


JurnalPatroliNews – Jakarta –   Aliansi Cipayung Plus Jakarta menyampaikan catatan terkait polemik pemberitaan media massa yang belakangan menjadi perhatian publik. Mereka menekankan pentingnya penguatan etika, verifikasi, serta keseimbangan dalam penyajian informasi.

Penanggung jawab Cipayung Plus, Arjuna Gani, menyatakan bahwa pemberitaan isu politik nasional harus mengedepankan prinsip jurnalistik yang berimbang dan kredibel.

“Kami melihat perlunya penguatan pada aspek verifikasi dan penyajian informasi agar tetap sejalan dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang berimbang dan kredibel,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (22/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, Cipayung Plus mendorong Dewan Pers untuk melakukan evaluasi etik secara menyeluruh dan transparan terhadap produk jurnalistik yang menjadi polemik.

Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga independensi media serta mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam mengonsumsi informasi. Menurut Arjuna, situasi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap media.

“Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etik dan profesionalisme,” tegasnya.

Sebelumnya, Cipayung Plus Jakarta menggelar diskusi publik di Gedung KNPI Rawamangun yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pers, akademisi, hingga praktisi.

Dari perspektif politik, Sekretaris DPP Mahkamah Partai NasDem, Reginaldo Sultan, menekankan pentingnya pemisahan antara fakta dan opini dalam pemberitaan, termasuk kehati-hatian dalam penggunaan narasumber anonim.

“Perlu kehati-hatian dalam mengolah informasi, terutama yang bersumber dari narasumber yang tidak disebutkan identitasnya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto yang sempat diberitakan, dan menilai pertemuan tersebut lebih bersifat dialog kebangsaan.

Sementara itu, pengamat media Arfi Bambani Amri menilai momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas ekosistem informasi, termasuk melalui peningkatan literasi publik.

“Ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kualitas ekosistem informasi dan literasi masyarakat. Literasi politik perlu terus ditingkatkan oleh semua pihak,” pungkasnya.