JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya mewujudkan The New Indonesia yang bebas dari praktik korupsi. Penegasan itu disampaikan saat ia berbicara dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Di hadapan jajaran menteri bidang ekonomi, pelaku usaha, dan investor, Prabowo menekankan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar agenda tambahan, melainkan fondasi utama bagi keberhasilan dan kesinambungan pembangunan nasional.
“Kita harus berani membersihkan semuanya. Kita ingin membangun Indonesia baru. The New Indonesia itu harus benar-benar tanpa korupsi,” tegas Presiden dalam pidatonya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung anggapan sebagian pihak yang kerap melabelinya sebagai pemimpin otoriter. Ia menepis pandangan itu dengan menegaskan bahwa posisinya sebagai kepala negara diraih melalui proses demokrasi.
“Kita ini negara demokrasi, kan? Demokrasi kita jalan. Kalau tidak ada demokrasi, saya tidak mungkin berdiri di sini sebagai presiden,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa ketegasan ekstra terkadang diperlukan, khususnya dalam menghadapi pelaku korupsi yang merugikan negara dan rakyat.
“Mungkin untuk melawan koruptor memang dibutuhkan sikap yang lebih tegas. Tapi kita tetap berada dalam koridor demokrasi, tetap moderat,” kata Prabowo.
Melalui pernyataan tersebut, Presiden menegaskan bahwa agenda pemberantasan korupsi akan terus menjadi prioritas utama dalam upaya membangun Indonesia yang lebih bersih, kuat, dan berdaya saing di masa depan.














