Dirut Tirta Patriot Tertidur Saat Rapat, Publik Geram

JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya pengusutan dugaan korupsi dalam pengelolaan air di Perumda Tirta Patriot memasuki fase lanjutan. Laporan dari Pemuda Peduli Air Minum Indonesia (PPAMI) terkait maladministrasi dan indikasi penyimpangan anggaran pada BUMD tersebut kini telah mendapat disposisi resmi dari Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung, menandakan perkara itu secara resmi masuk dalam tahap penelaahan penyidik.

Namun ketika perhatian publik sedang tertuju pada proses hukum tersebut, polemik baru mencuat. Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, kembali menjadi sorotan setelah terekam kamera tampak terlelap saat rapat Panitia Khusus 8 DPRD Kota Bekasi membahas Raperda Penyertaan Modal Tahun Anggaran 2026.

Cuplikan momen tersebut menyebar luas di media sosial dan menimbulkan gelombang kemarahan warganet, yang menilai tindakan itu sebagai cermin buruknya keseriusan jajaran direksi dalam menghadapi persoalan besar yang menjerat perusahaan.

Dalam unggahan akun Instagram @gobekasi.official, Ali Imam terlihat tertidur nyenyak selama rapat berlangsung, dan tak lama kemudian unggahan itu menjadi sasaran komentar pedas warganet.

Beberapa komentar bernada satir hingga kecaman keras memenuhi kolom komentar:

Akun @budiantowahyu92 menulis keluhan tentang kualitas air yang keruh dan menyindir sang dirut dengan doa bernada sarkastik.

Akun @sablonplastikbekasi menambahkan komentar bernada sinis agar sang direktur melanjutkan tidur di rumah saja.

Sejumlah pengguna lain bahkan menyerukan pemecatan, di antaranya @friyansyahyusuf dan @frhnoktri.

Ketua Umum PPAMI, Garisah Indarul Haq, menyatakan bahwa dua peristiwa besar — dugaan korupsi pengelolaan air dan insiden tidur saat rapat — menunjukkan bahwa kondisi internal Tirta Patriot berada dalam situasi yang tidak normal.

“Kualitas air pelanggan tidak memenuhi syarat, temuan BPK jelas, hasil uji laboratorium PAM Jaya menguatkan. Anggaran pengelolaan besar, tapi warga menerima air kotor. Kini direksinya tertidur saat rapat penyertaan modal. Ini bukan sekadar buruknya manajemen, ini tanda bahwa ada masalah serius dalam perusahaan,” ujar Garisah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menegaskan bahwa PPAMI akan terus mengawal proses hukum hingga ada kejelasan akhir dari Pidsus Kejagung. Menurutnya, publik membutuhkan transparansi dan penegakan hukum yang tegas, bukan sekadar drama internal perusahaan.

Dengan laporan sudah diproses di Pidsus, publik kini menunggu apakah penyidik akan membawa perkara ini ke tahap penyidikan resmi atau hanya berhenti sebatas klarifikasi administratif.

Sebagai informasi, selama bertahun-tahun pelanggan Tirta Patriot mengeluhkan air berbau, keruh, dan memicu iritasi kulit. Keluhan tersebut diperkuat oleh temuan BPK dalam laporan pemeriksaan kinerja 2020-2022 dan hasil uji laboratorium PAM Jaya, yang menyatakan banyak parameter kualitas air TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

Ironisnya, masalah kualitas air itu berbanding terbalik dengan besarnya anggaran operasional dalam laporan keuangan Perumda Tirta Patriot tahun 2023, sehingga memunculkan dugaan adanya penyimpangan penggunaan anggaran negara.

Hingga artikel ini disusun, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Perumda Tirta Patriot, namun belum mendapat jawaban.