Ibas Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya di Jogja

JurnalPatroliNews – Yogyakarta – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya menjaga jati diri bangsa sebagai fondasi pembangunan nasional. Pesan itu ia sampaikan dalam audiensi bertajuk “Jati Diri Bangsa: Gerakkan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya” yang digelar di Kota Yogyakarta.

Menurut Ibas, budaya tidak hanya sekadar warisan leluhur, melainkan modal masa depan yang mampu memperkuat perekonomian, membuka lapangan kerja, sekaligus mengangkat nama Indonesia di kancah dunia. Ia mencontohkan, sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi lebih dari Rp1.300 triliun terhadap PDB serta menyerap sekitar 26 juta tenaga kerja.

Namun, tantangan seperti regenerasi pelaku dan keterbatasan visibilitas masih perlu diatasi. Untuk itu, Ibas menilai kolaborasi menjadi kunci agar ekonomi kreatif berbasis budaya semakin berkembang. “Mari terus bergerak, berkarya, dan berkolaborasi demi Indonesia yang berbudaya, bermartabat, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ibas juga mengibaratkan jati diri bangsa sebagai akar pohon. Tanpa akar, pohon akan tumbang, begitu pula bangsa tanpa identitas akan kehilangan arah. “Di tengah derasnya arus globalisasi, kita butuh cahaya penuntun. Budaya adalah jawabannya,” katanya.

Ia menambahkan, produk budaya seperti batik, jamu, kuliner, kriya, kesenian, hingga wastra memiliki potensi besar untuk dicintai pasar global. Bahkan, diplomasi budaya bisa menjadi sarana meningkatkan citra Indonesia, dari panggung kesenian tradisional hingga industri kreatif modern.

Acara ini turut menghadirkan beragam komunitas dan pelaku ekonomi kreatif, di antaranya Jogja Creative Society, BuatBaik Foundation, Desa Mandiri Budaya Guwosari, Desa Wisata Wirokerten, Komunitas Ayu Jiwa, Yogyakarta Gamelan Festival, Asosiasi Pelaku Kreatif Jogjakarta, serta perwakilan kampus seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.