JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Agama RI memperdalam hubungan kemitraannya dengan British Council melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Forum Pendidikan UK–Kemenag.
Kesepakatan ini menandai fase baru dalam upaya meningkatkan mutu pengajaran Bahasa Inggris di madrasah sekaligus memperluas jangkauan pendidikan internasional bagi siswa Indonesia. MoU tersebut juga menjadi pijakan penting untuk mewujudkan visi Kemenag sebagai lembaga yang “Maju, Bermutu, Mendunia.”
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan makna strategis dari kolaborasi tersebut.
“Dokumen ini bukan hanya bentuk formalitas, tetapi cerminan komitmen bersama untuk memperkuat kualitas tenaga pendidik, membuka akses global, dan mendorong transformasi lembaga pendidikan kita. Semua ini menjadi elemen kunci dalam perjalanan Kemenag menuju visi besarnya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/11).
Sebagai implementasi awal, sebanyak 720 guru Bahasa Inggris dari jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah akan mengikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (CPD). Selain itu, Kemenag mengapresiasi peran British Council dalam mendorong pemanfaatan Beasiswa Chevening bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
Direktur British Council untuk Indonesia dan Asia Tenggara, Summer Xia, menyoroti pentingnya peran guru dalam membuka akses dunia bagi siswa mereka.
“Guru yang hebat tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membuka pintu kesempatan. Bahasa adalah kunci untuk menjelajahi dunia, dan melalui kolaborasi ini kami ingin membekali para guru madrasah dengan keterampilan serta kepercayaan diri agar mampu menginspirasi generasi muda,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, yang menyebut kemitraan ini sebagai bagian dari penguatan hubungan lintas budaya dan antaragama.
“Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperdalam kerja sama pendidikan dan memperkuat pemahaman antarnegara. Pendidikan merupakan pilar utama dalam Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang akan diteken Presiden Prabowo dan PM Sir Keir Starmer pada awal tahun depan,” ujarnya.
Kesepakatan baru tersebut mencerminkan komitmen Inggris untuk turut berkontribusi pada pengembangan SDM Indonesia yang inklusif, berkualitas, serta siap menghadapi tantangan global di masa mendatang.














