Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran Lintas Sumatra–Jawa


JurnalPatroliNews – Jakarta –   Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan strategi khusus untuk mengamankan arus balik Lebaran 1447 Hijriah di lintas penyeberangan Sumatra–Jawa. Langkah ini difokuskan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terkendali, aman, dan lancar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik krusial yang muncul saat puncak arus mudik sebagai dasar penyusunan strategi arus balik.

“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Dudy, Senin (23/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin rapat koordinasi di kantor PT ASDP Indonesia Ferry di Merak, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, di antaranya percepatan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat terjadi lonjakan kendaraan, serta simulasi peningkatan kapasitas layanan hingga lima dan enam dermaga guna mengoptimalkan daya tampung.

Selain itu, Kemenhub juga mengantisipasi potensi hambatan di titik penyeberangan Bakauheni serta mengoptimalkan fungsi rest area. Koordinasi intensif dengan Kepolisian dilakukan untuk mengatur distribusi arus kendaraan, termasuk evaluasi penggunaan dermaga non-TBB dan pengaturan jumlah kapal.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga menyiapkan pelabuhan alternatif seperti lintasan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) untuk mengurai kepadatan jika terjadi penumpukan.

Dari sisi teknologi, pemantauan arus kendaraan diperkuat dengan penggunaan drone untuk memantau antrean secara real-time, khususnya di wilayah Bakauheni. Sementara itu, di wilayah hulu, mekanisme delaying system dioptimalkan melalui buffer zone dan rest area bersama Korlantas Polri.

Menhub juga menyoroti pentingnya pengendalian arus di dalam kawasan pelabuhan agar antrean tidak meluas ke luar area. Rekayasa lalu lintas di kawasan penyangga seperti Indah Kiat diusulkan dengan penambahan akses bongkar muat guna menghindari perpotongan kendaraan.

Terkait sistem tiket, Kemenhub akan memperluas radius zona pembelian tiket Ferizy hingga lebih dari empat kilometer dari pelabuhan, serta menerapkan kebijakan satu NIK untuk satu tiket guna mencegah praktik percaloan.

“Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026. Meski berjalan relatif lancar, optimalisasi skema TBB baru mencapai tiga hingga empat dermaga. Ke depan, penerapan TBB diminta ditingkatkan hingga enam dermaga untuk menekan potensi antrean panjang.

“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Menhub.

Menutup keterangannya, Dudy menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan arus balik Lebaran tahun ini.

“Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” pungkasnya.