JurnalPatroliNews – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melampaui batas psikologis 9.000 menjelang penyampaian laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kamis, 8 Januari 2025. Lonjakan tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Dalam perdagangan pagi, IHSG mencatatkan rekor tertinggi harian dengan menyentuh level 9.002 sekitar pukul 10.05 WIB. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan itu menjadi indikator bahwa investor memandang arah kebijakan ekonomi nasional secara positif.
Menurut Purbaya, pasar modal bersifat antisipatif terhadap masa depan. Karena itu, kenaikan IHSG menunjukkan bahwa pelaku pasar yakin terhadap fondasi ekonomi Indonesia, terlepas dari pernyataan atau narasi pemerintah.
“IHSG mencerminkan keyakinan investor pada kekuatan ekonomi kita ke depan. Pasar modal itu melihat ke depan. Kalau mereka tidak percaya, seberapa pun kami menjelaskan, investor tetap tidak akan masuk,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa perbaikan ekonomi akan berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa. Peningkatan laba dan valuasi emiten, kata dia, akan mendorong investor untuk masuk lebih awal agar tidak kehilangan momentum.
“Kalau prospek ekonomi membaik, perusahaan yang tercatat tentu kinerjanya ikut naik, valuasi meningkat. Itu sebabnya investor ingin masuk lebih cepat ke pasar modal,” jelasnya.
Bendahara Negara tersebut bahkan menyebut peluang IHSG untuk mencetak rekor baru masih terbuka lebar, termasuk kemungkinan menembus level 10.000 dalam waktu ke depan.
“Sentimen investor, baik domestik maupun global, terlihat membaik. Untuk tahun ini, mencapai level 10 ribu bukan hal yang terlalu sulit,” katanya menambahkan.
Meski sempat menguat signifikan, IHSG akhirnya ditutup melemah pada perdagangan sore. Indeks turun 19,342 poin atau 0,22 persen ke posisi 8.925. Sepanjang hari, pergerakan IHSG berada di kisaran 8.918,405 hingga 9.002.
Secara keseluruhan, tercatat 302 saham menguat, 370 saham terkoreksi, dan 138 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi bursa mencapai Rp29,020 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 55,078 miliar saham.














