Pemerintah Murka! Menkopolkam Kecam Pembakaran Pesawat dan Pembunuhan Pilot di Yahukimo

JurnalPatroliNews | Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengecam keras aksi pembakaran pesawat AMA Air dan pembunuhan pilot Nicholas F. Goselin yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kecaman tersebut disampaikan sebagai bentuk respons pemerintah atas insiden yang terjadi di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, yang tidak hanya menewaskan seorang pilot, tetapi juga mengganggu layanan penerbangan perintis yang menjadi jalur vital bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen TNI Honi Havana, menjelaskan bahwa sejak menerima laporan awal, Kemenko Polkam langsung melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penanganan insiden berjalan cepat dan terkoordinasi.

“Kemenko Polkam terus memonitor perkembangan situasi dan melaksanakan langkah-langkah koordinatif bersama seluruh unsur terkait dalam penanganan pembakaran pesawat AMA Air PK-RCY Nomor Seri 923 di Bandara Perintis Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo,” ujarnya.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada personel TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi jenazah pilot Nicholas F. Goselin. Evakuasi berhasil dilakukan pada Jumat (3/7) sekitar pukul 09.00 WIT.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Timika sebelum diserahkan oleh Koops TNI Habema kepada pihak PT AMA untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.

Menkopolkam menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aksi kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat maupun sarana transportasi udara di Papua.

Menurutnya, penerbangan perintis memiliki peran strategis sebagai penghubung berbagai wilayah terpencil serta menjadi jalur distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan dasar masyarakat di pedalaman.

Karena itu, pemerintah memastikan aparat keamanan akan terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan menindak tegas seluruh pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain mempercepat proses penegakan hukum, Kemenko Polkam juga mendorong peningkatan sistem pengamanan terhadap operasional penerbangan perintis di Papua agar keselamatan awak pesawat, penumpang, dan masyarakat dapat lebih terjamin.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Papua sekaligus memastikan pelayanan publik, khususnya transportasi udara yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan, tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan.

Komentar