Sukses! PHKT Ungkap Fakta Lapangan Soal Keselamatan Kerja Operasi Migas di Penajam

Sementara itu, Burhanudin, perwakilan dari SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, mengapresiasi langkah PHKT yang secara rutin melibatkan berbagai pihak dalam membangun budaya keselamatan bersama.

“Keselamatan adalah faktor kunci dalam kelancaran operasional. Forum seperti FGD ini menjadi ruang penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian terhadap aspek keselamatan,” ungkapnya.

FGD kali ini juga menyoroti hasil positif dari penerapan budaya keselamatan di lingkungan PHKT. Berdasarkan data, Incident Rate (IR) sektor hulu migas tercatat menurun dari 0,55 pada tahun 2020 menjadi 0,11 di 2024, sementara angka kecelakaan kerja juga terus menurun.

Dalam sesi paparan, Ramona Ginting, Superintendent Operation HSSE Lawe-Lawe Terminal, menjelaskan pentingnya disiplin dalam penerapan standar keselamatan di area operasi.

“PHKT selalu berupaya menjadi teladan dalam praktik keselamatan terbaik di industri migas nasional dan global. Kami percaya budaya selamat adalah fondasi utama keberlanjutan produksi migas,” pungkasnya.

Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 10, PHKT terus berinovasi dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di Wilayah Kerja Kalimantan Timur & Attaka. Melalui prinsip ESG, PHKT berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional serta mewujudkan semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.