JurnalPatroliNews – JAKARTA — Maraknya aksi pembegalan yang semakin meresahkan warga di Jakarta dan sekitarnya mendorong Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal. Tim khusus ini disiapkan untuk merespons cepat berbagai tindak kejahatan jalanan yang dinilai semakin brutal.
Para pelaku begal diketahui kerap membawa senjata tajam hingga senjata api untuk melancarkan aksinya. Kondisi tersebut membuat banyak korban memilih pasrah saat harta bendanya dirampas demi menghindari risiko kekerasan yang lebih besar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan tim tersebut akan bersiaga penuh selama 24 jam di sejumlah titik rawan kriminalitas.
“Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam untuk bersama-sama menjaga Jakarta lebih aman,” ujar Iman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026).
Menurut Iman, pembentukan tim ini merupakan langkah konkret sekaligus respons cepat kepolisian dalam menekan angka kejahatan begal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Polisi telah memetakan sejumlah lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal berdasarkan hasil analisis berbagai kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Personel gabungan dari tingkat Polsek, Polres, hingga Direktorat Reserse Kriminal Umum akan ditempatkan di titik-titik tersebut.
“Kami menemukan titik-titik rawan kejahatan dan di sana akan kami tempatkan tim kami, baik dari jajaran Polsek, Polres, maupun Direktorat Reserse Kriminal Umum,” jelasnya.
Selain patroli intensif dan pengawasan lapangan, Polda Metro Jaya juga membangun kolaborasi dengan masyarakat serta pengguna media sosial untuk mempercepat pertukaran informasi terkait aksi kriminal.
Iman menegaskan, kecepatan memperoleh informasi menjadi faktor penting agar aparat dapat segera bergerak dan mengungkap kasus yang terjadi.
“Kami membutuhkan kolaborasi aktif agar bisa bergerak cepat. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula kami mengungkap kejadian yang terjadi,” pungkasnya.
Pembentukan Tim Pemburu Begal ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan yang kerap menjadi sasaran tindak kriminal pada malam hingga dini hari.














