Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Bahas Strategi Ekonomi Nasional


JurnalPatroliNews – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pejabat ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hari itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Usai rapat, Purbaya mengisyaratkan bahwa pembahasan mencakup berbagai strategi kebijakan ekonomi yang tengah diformulasikan Presiden.

“Macam-macam strategi dengan Presiden tapi Pak Menko yang bisa ngomong, saya enggak boleh ngomong katanya,” ujar Purbaya kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa pembahasan tidak berfokus pada isu nilai tukar rupiah semata, melainkan pada kondisi fundamental ekonomi nasional secara keseluruhan.

“Tidak, tidak soal rupiah. Rupiah cuma ditanya gimana kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa, gitu aja,” jelasnya.

Menurut Purbaya, pemerintah optimistis fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat, baik dari sisi fiskal maupun stabilitas anggaran negara.

Terkait dinamika pasar keuangan, ia mengungkapkan pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas, terutama melalui intervensi bertahap di pasar obligasi (bond market).

“Kita sudah masuk ke bond market bertahap, ya. Asing juga sudah masuk juga jadi harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market,” tegasnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan eksternal serta gejolak ekonomi global yang masih berlangsung.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memilih belum membuka secara rinci hasil rapat tersebut. Ia hanya menyebut pembahasan masih dalam tahap pematangan sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.

“Masih dimatangkan, nanti sesudahnya baru kita beritahukan,” ujarnya singkat.

Rapat terbatas ini digelar di tengah perhatian besar terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama setelah nilai tukar rupiah dan kondisi pasar keuangan menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir.