Prabowo Tetapkan Biaya Haji 2026, Berikut Rincian Tiap Embarkasi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi mengesahkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1447 H/2026 M melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025.

Dokumen tersebut, sebagaimana tercantum di laman Jaringan dan Dokumentasi Hukum Kementerian Sekretaris Negara pada Jumat, 5 Desember 2025, diketahui telah ditandatangani Prabowo pada 13 November 2025.

Dalam Keppres tersebut ditegaskan bahwa BPIH bersumber dari dua komponen utama: Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah, serta nilai manfaat dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berasal dari Bipih dan nilai manfaat,” demikian bunyi diktum KESATU dalam salinan Keppres.

Rincian BPIH 2026 per Embarkasi

Pemerintah, melalui diktum KEDUA, memperinci biaya BPIH per jemaah berdasarkan embarkasi sebagai berikut:

  1. Aceh – Rp78.324.981
  2. Medan – Rp79.379.071
  3. Batam – Rp87.390.981
  4. Padang – Rp81.085.481
  5. Palembang – Rp87.422.481
  6. Jakarta (Pondok Gede, Cipondoh, Bekasi) – Rp91.758.281
  7. Solo – Rp86.448.981
  8. Surabaya – Rp93.860.981
  9. Balikpapan – Rp88.791.481
  10. Banjarmasin – Rp88.754.481
  11. Makassar – Rp89.108.738
  12. Lombok – Rp88.167.381
  13. Kertajati – Rp91.774.581
  14. Yogyakarta – Rp86.170.981

Berapa Bipih yang Dibayar Jemaah?

Melalui diktum KELIMA, pemerintah menetapkan besaran Bipih untuk jemaah haji reguler sebagai berikut:

  1. Aceh – Rp45.109.422
  2. Medan – Rp46.163.512
  3. Batam – Rp54.125.422
  4. Padang – Rp47.869.922
  5. Palembang – Rp54.206.922
  6. Jakarta – Rp58.542.722
  7. Solo – Rp53.233.422
  8. Surabaya – Rp60.645.422
  9. Balikpapan – Rp55.575.922
  10. Banjarmasin – Rp55.538.922
  11. Makassar – Rp55.893.179
  12. Lombok – Rp54.951.822
  13. Kertajati – Rp58.559.022
  14. Yogyakarta – Rp52.955.422

Selisih antara BPIH dan Bipih akan dipenuhi dari nilai manfaat dana haji. Pada diktum KESEPULUH, tercatat nilai manfaat untuk jemaah haji reguler mencapai Rp6,69 triliun, sementara untuk jemaah haji khusus sebesar Rp7,22 miliar.

Alokasi Penggunaan Bipih

Dana Bipih digunakan untuk berbagai layanan dan kebutuhan jemaah, mencakup:

  • Tiket penerbangan
  • Akomodasi dan konsumsi
  • Transportasi
  • Layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)
  • Perlindungan dan layanan embarkasi/debarkasi
  • Dokumen perjalanan
  • Perlengkapan jemaah haji
  • Uang saku (living cost)
  • Pembinaan jemaah di Indonesia dan Arab Saudi
  • Layanan umum di kedua negara
  • Pengelolaan BPIH terkait langsung dengan pelayanan jemaah