Presiden Prabowo Dorong Riset Perguruan Tinggi Jadi Tulang Punggung Industri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan nasional yang menempatkan riset dan inovasi perguruan tinggi sebagai fondasi utama penguatan industri dalam negeri. Pemerintah ingin hasil riset akademik tidak berhenti di ruang laboratorium, tetapi mampu memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden secara khusus meminta agar aktivitas penelitian dan inovasi di kampus diarahkan untuk mendorong pembangunan industri sekaligus meningkatkan pendapatan negara. Pernyataan tersebut disampaikan Brian usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurut Brian, Presiden menekankan pentingnya keterpaduan antara pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan strategis industri nasional. Penguasaan sains dan teknologi, kata dia, harus berorientasi pada pemecahan persoalan riil bangsa serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan, riset yang dilakukan perguruan tinggi diharapkan selaras dengan sektor-sektor industri prioritas yang dibutuhkan negara. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dapat langsung diimplementasikan dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah berencana meningkatkan anggaran riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi. Total pendanaan yang disiapkan ditargetkan mencapai Rp4 triliun guna memperkuat ekosistem penelitian nasional.

Selain aspek pendanaan, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan nasional. Menurutnya, penguasaan sains dan teknologi hanya dapat berkembang secara berkelanjutan apabila ditopang stabilitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan.

Dengan dorongan tersebut, pemerintah berharap riset dan inovasi perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak industri nasional sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.