Resmikan RPB, MenKopUKM Dorong Produk Kulit Garut Bisa Setara Kualitas Brand Italia

“Maka, di RPB juga akan disiapkan konsultan untuk memperkuat ekosistem bisnis,” kata Menteri Teten.

Menteri Teten menambahkan, RPB juga menjadi tempat pengembangan desain produk.

“Kita harus pahami tren produk kulit dunia dan perilaku konsumen. RPB harus menjadi Center of Excellence,” kata MenKopUKM.

Oleh karena itu, MenKopUKM berharap RPB harus dikelola dengan baik. Di dalamnya diperlukan keahlian manajerial industri.

“Kita juga harus memelihara dan terus memodernisasi alat karena industri terus berkembang. Sehingga, RPB tidak akan mengalami penuaan, tapi terus berkembang,” kata Menteri Teten.

Selain itu, RPB tidak boleh mati secara bisnis, melainkan harus berkelanjutan dan dikelola dengan baik.

“Pengelolaannya harus disiapkan dengan baik, harus running well, tidak mangkrak. Nah, koperasi sebagai pengelola yang harus memikirkan itu, yaitu Koperasi Cinta Carma Bella,” ucap MenKopUKM.

Sementara itu, Pj Bupati Garut Barnas Adjidin mengapresiasi kehadiran RPB komoditas kulit di Garut yang diharapkan dapat terus berinovasi hingga mampu meningkatkan kualitas produk kulit.

“Sebab, salah satu destinasi unggulan Garut adalah kerajinan kulit. Oleh karena itu, secara kualitas harus tidak kalah dengan produk luar,” ujar Barnas.

Komentar